Beranda » Post » UPT BP2MI Manado Lakukan Sosialisasi Peluang Kerja ke-Jepang

UPT BP2MI Manado Lakukan Sosialisasi Peluang Kerja ke-Jepang

Foto: Kepala UPT BP2MI Manado Memberikan Sambutan Dalam Sosialisasi Peluang Kerja ke-Jepang

MANADO, INC — UPT BP2MI Manado dalam upaya membuka luas kesempatan untuk bekerja yang lebih terkoordinir serya legal melakukan sosialisaspeluangbkerja ke Jepang.

Terpantau pada jumat di UPT BP2MI Manado (19/2.2021) sebanyak 20 peserta diberikan sosialisasi peluang kerja ke jepang, oleh care worker BP2MI Manado.

Dalam Sambutannya, kepala BP2MI Manado Hendra Makalalag menyebutkan bahwa program SSW Jepang dibuka untuk 14 sektor pekerjaan dengan total kuota kebutuhan pekerja menyentuh angka 345 ribu orang dengan dibagi dengan negara-negara asia lainnya. Pada sosialisasi kali ini, UPT BP2MI Manado mengandeng lembaga pelatihan gerontopia Nikita Manado, sebagai lembaga yang mempersiapkan calon pekerja care worker program SSW dengan konsentrasi pelatihan bahasa dan kemampuan perawat lansia.

Ditemui ditempat pelaksanaan kegiatan, Hendra Makalalag menyebutkan bahwa kini setiap harinya BP2MI Manado kerap didatangi masyarakat yang gencar bertanya mengenai program SSW Jepang.

“Setiap harinya kami banyak melayani masyarakat yang bertanya tentang program SSW, baik itu melalui telpon maupun media sosial ataupun yang datang langsung untuk bertanya kekantor kami.” Sebutnya.

Lebih lanjut Hendra menambahkan bahwa kedepan BP2MI Manado akan gencar melakukan sosialisasi peluang kerja keluar negeri khususnya program SSW Jepang.

” Karena melihat antusiasme ini, kedepan kami akan melakukan sosialisasi peluang kerja keluar negeri karena ternyata minat masyarakat Sulut untuk bekerja keluar negeri cukup tinggi. Rencananya kami akan mengadakan sosialisasi setiap dua minggu sekali dikantor UPT, BP2MI Manado secara gratis dan terbuka untuk umum.” Ungkapnya.

Hendra juga menambahkan bahwa peluang kerja ke Jepang sebagai care worker lewat program SSW sangat menggiurkan.”gajinya sudah menyentuh angka 20 juta perbulan dengan izin tinggal selama 5 tahun dan persyaratan yang cukup muda, jadinya kami gencar melakukan sosialisasi dan promosi karena bisa membantu program pemerintah karena bisa membantu mengurangi angka pengangguran dan menambah pemasukkan bagi daerah lewat remitansi, ” Tandas Putra asli Bolmong ini.

(**/Robby)