Tuntutan Jaksa Di Mentahkan Hakim, JPU Banding, Andri Umar SH, Support Putusan PN Bitung,Berharap Hakim PT Kuatkan Putusan PN Pada Kliennya

Foto: Kuasa Hukum Febri Lukas, Andri Umar SH & Hendro Ticoalu SH.

Bitung, INewscrime.com- Keputusan Jaksa Penuntut Umum Joice,ME Tasiam yang mengajukan banding atas putusan 1,6 tahun dalam kasus Narkoba atas nama Febri Lukas oleh PN Bitung dianggap keliru oleh Andri Umar S.H. pengacara terdakwa Febri Lukas.

Dikatakan oleh Andri hak JPU untuk memgajukan banding dan kami tidak bisa mengintervensi niat dari JPU. Tapi menurut kami sebagai penasehat hukum Febri Lukas, pasal 112 KUHP yang dikenakan JPU untuk menjerat Febri Lukas adalah keliru karena dalam fakta persidangan terungkap bahwa Febri hanyalah pengguna dan putusan hakim yang menjatuhkan putusan tersebut sesuai dengan Pasal 127 KUHP karena pasal tersebut diterapkan/dikenakan bagi pihak yang memiliki narkotika sebagai penyalahguna atau pecandu.
” Jadi menurut saya putusan hakim untuk menghukum Febri sesuai dengan Pasal 127 KUHP sudah sesuai karena fakta fakta persidangan tidak membuktikan perbuatan pelaku menjurus pada pasal 112 KUHP,”tegas Andry Umar.

Andry Umar. SH pun berharap majelis Jakim Pengadilan Tinggi dapat menguatkan putusan PN Bitung demi menjunjung tinggi rasa keadilan,”tandas Andry Umar SH.

Sementara itu keluarga dari Febri sendiri lewat adik kandung dan ibunya pada INewscrime.com juga berpengharapan yang sama pada Mejelis Hakim Pengadilan Tinggi yang nantinya akan memutuskan banding agar dapat melihat perkara tersebut secara objektif.
“Kami tidak membela anak kami, kami akui itu adalah kesalahan. Tapi kami masih berharap Majelis Hakim PT dapat memutuskan sesuai dengan apa yang anak kami lakukan,”harap mama dan adik dari Febri Lukas.

Diketahui, dalam sidang pembacaan putusan kasus yang dialami oleh Febri pada tanggal 14 November 2019 yang dibacakan oleh Majelis Hakim PN Bitung yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Nova Salmon SH. Ferbri Lukas dijatuhi hukuman selama 1,6 tahun penjara (dipotong dengan masa penahanan)

Febri Lukas sendiri pada saat itu didampingi oleh pengacara dari Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Bitung yaitu Andry Umar SH dan Hendro Ticoalu SH.
(robby Kumaat)