Tiga Hari Nginap Di Rumah Rakyat, Warga Bolmong di Cuekin OD

Manado, INewscrime.com – Sudah berhari-hari warga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ‘nginap’ di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

Adaun Aksi protes mereka untuk menghentikan ‘serangan’ kelapa sawit di daerah Totabuan itu.

Mirisnya kemarin (18/7-2019), usai pelaksanaan rapat Paripurna di Deprov Sulut. Pada media  Gubernur Olly Dondokambey menyatakan karena mereka datang ke DPRD maka itu jadi tanggung jawab DPRD Sulut.

” Dorang kan datang ke DPRD Sulut, tanya sama DPRD,”ujar Olly singkat.

Tanpa di ketahui oleh warga, Komisi I lewat Jems Tuuk ternyata telah berinisiatif bertemu  dengan Gubernur Ollya Dondokambey serta menyampaikan aspirasi warga.

Hingga sore hari menunggu, Rabu (18/7) kemarin, akhirnya warga dipanggil untuk bertemu dengan para legislator di Gedung Cengkih. Anggota DPRD Sulut kemudian mengemukakan hasil pertemuan dengan gubernur kepada masyarakat.

“Pak gubernur sudah mengiyakan untuk kita ambil waktu membicarakan hal ini. Nanti ada utusan tim untuk bertemu dengan pak gubernur,” jelas Anggota Komisi I DPRD Sulut, Julius Jems Tuuk, saat pertemuan di ruang rapat kantor DPRD Sulut.

Wakil rakyat daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya ini menyampaikan, nanti ketika bertemu masyarakat bisa menyampaikan apa yang diinginkan. Tuuk meyakinkan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw akan meindaklanjuti ini namun harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Jadi saya mengingatkan bahwa rakyat yang berkuasa di negara itu. Kalau rakyat sudah bergerak tidak ada yang bisa menghalangi. Maka dari itu kita mesti bersabar karena perjaungan ini masih panjang,” pungkasnya.

Panglima Laskar Merah Putih (LMP) Sulut, Indra P Wongkar mengungkapkan, sangat senang apa yang telah dilakukan anggota dewan saat ini. Ia berharap, terkait dengan apa yang telah disampaikan gubernur Olly ke Jems Tuuk, bisa menjadi kado untuk masyarakat ini.

“Diharpakan jadi kado yang terbaik bagi kami rakyat. Harapan kami, pak gubernur akan berpihak kepada rakyat. Karena apa yang kami minta ini sesuai dengan program pak gubernur yakni Sulut harus menanam. Dan juga sesuai program pak Jokowi (Joko Widodo, red) selaku presiden swasembada. Jadi bukan tanam sawit di Bolmong tapi tanam padi, itu yang benar,” tegasnya.

“Kami berteima kasih terutama perjuangan bapak Jems Tuuk dan Meiva Salindeho serta teman-teman anggota dewan lain,” tutupnya.

Adapun dalam pertemuan tersebut dihadiri pula oleh personil Komisi I lainnya. Seperti Hanafi Sako, Ardiansyah Imban, Syenie Kalangi dan Sekretaris Komisi I DPRD Sulut, Jenny Mumek. Diketahui, ada 15 desa di Bolmong yang melakukan protes akan hal ini diantaranya, Desa Ayong, Cempaka, Bolangat, Bolangat Timur, Babo, Baturapa 1, Baturapa 2, Pinogalungan, Lolak, Lolak 2, Padang, Tumbolango dan Desa Poigar.