Mitra, Inewscrime.com – Pengoperasian perusahaan tambang PT Hengs Wellem Rumansi (HWR) yang berlokasi diwilayah Ratatotok, masih terus beroperasi meski belum memiliki ijin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) namun masih terus beroperasi hingga saat ini.

Hal ini langsung menjadi perhatian ormas Laskar Manguni Indonesia (LMI) Minahasa Tenggara (Mitra).
TONAAS LMI Mitra Ferry Pangalila meminta kepada pemerintah agar segera menutup pengoperasian tambang HWR.

“Kami meminta perhatian pemerintah daerah karena hasil limbahnya hanya dibuang ke sungai.makanya kami mempertanyakan ijin amdal perusahaan ini”,ujar Pangalila.

Diketahui bersama, saat ini PT
HWR sudah beralih kepada Agus Abidin atau lebih dikenal dengan nama Agus Elektrik dan sudah beroperasi selama tiga tahun terakhir ini, hal ini dibenarkan Corry Giroth selaku ketua bagian lingkungan hidup dan SDA di DPD LMI Mitra.

“PT HWR dari pertama beroperasi hingga pengalihan kepemilikan perusahan kepada Agus Abidin, belum menyelesaikan ijin AMDAL dan pembuangan limbahnya hanya dibuang ke sungai,” ujar Giroth.
Untuk itu LMI Mitra meminta pemerintah daerah untuk segera memberhentikan ijin pengoperasian tambang HWR di Ratatotok ini.

” Kami tahu pemerintah sudah mengetahui hal ini namun jika pengoperasiannya terus dilaksanakan, maka ormas LMI Mitra meminta agar pihak kepolisian untuk segera menutup lokasi tambang ini”,ujar Tonaas LMI Mitra Ferry Pangalila.

(Rusli mamonto)