Terkait Tatib Dewan Ini Penjelasan Boy Tumiwa

Foto : Boy Tumiwa

INewscrime.com – Penyusunan Tata tertib anggota DPRD Sulut yang sedang di godok oleh Pansus Tatib menurut Ketua Pokja penyusunan Tata Tertib Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (SULUT) pada prinsipnya tidak bertentangan dengan peraturan yang ada diatasnya.

Hal ini dijelaskan Tumiwa pada wartawan, Selasa (13/11) sore, di ruang kerjanya.

Politisi Partai PDI Perjuangan dapil Minsel ini mengatakan dalam pembahasan penyusunan tatib ada beberapa point penting dan strategis yang berkembang seperti ditambahkanya tata cara berpakaian saat rapat paripurna serta rapat penting lainnya, dan point tentang punisment anggota dewan yang tidak hadir selama tiga kali berturut-turt pada saat rapat paripurna.

“Nah ada beberapa hal yang disorot antara lain, perihal yang mengatur tentang baju daerah yang dahulunya tidak diatur dalam tatib dan sekarang ditambahkan. Selain itu, soal pakaian dalam melaksanakan tugas sehari-hari pakaian anggota dewan harus bebas rapi, kecuali rapat-rapat yang diatur, sepeti rapat resmi contoh rapat pengambilan keputusan, rapat paripurna pelantikan, kemudian rapat paripurna pengumunan dalam hal ini paripurna HUT provinsi. Nah itu pake baju adat. Itu yang kita tambahkan. Kemudian ada beberapa hal teknis lain yang kita tambahkan seperti, yang berkembang dalam rapat termasuk ada keinginan dari rekan sesama DPRD dalam rangka memotivasi teman DPRD juga maka dibuat pasal , beberapa kali tidak hadir dalam rapat bisa dikenakan saknsi adminsitratif. Jadi tidak bisa diusulkan untuk tidak mendapatkan gaji satu bulan,” jelas Tumiwa panjang lebar.

Lebih lanjut, Tumiwa yang juga merupakan ketua Bapemperda DPRD Sulut ini mengatakan, meskipun begitu hal ini akan dikaji kembali di kementerian dalam negeri terlebih dahulu sebelum disahkan.

“Itu akan dikaji lebih lanjut, kalau memang itu bertentangan dengan aturan tentunya tidak boleh dimuat, kalau memang tidak bertentangan karena ini muatan lokal bisa saja diakomodir. Saya harap dengan adanya tatib yang baru kedepan akan lebih baik dan termotivasi untuk kehadiran meskipun belakangn ini kehadiran ini sudah agak bagus dibandingkan dengan yang lalu,” tandas mantan ketua DPRD Kabupaten Minahasa Selatan ini. (***)