Taufik Tumbelaka : Pergantian Felly Runtuwene Sebagai Ketua Fraksi dan Anggota Banggar Kental Nuansa Politik, Ketua Dewan Harus Hati Hati

Foto :  Felly Runtuwene

INewscrime. com- Menjelang berakhirnya masa kerja DPRD Sulut periode 2014-2019 dinamika yang terjadi dalam lembaga tersebut mulai meruncing.

Seperti yang terjadi dalam tubuh fraksi Restorasi Nurani Untuk Keadilan pasca pergantian ketua fraksi dari Felly Runtuwene ke Bart Senduk.

Felly Runtuwene yang merasa ada yang tidak sesuai dengan mekanisme terkait pergantian tersebut mempertanyakan keabsahan Bart Senduk sebagai Ketua Fraksi Restorasi pada Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw.

Adu argumen antara Felly Runtuwene, Andrei Angouw, Bart Senduk dan Noldy Lamallo tak terelakkan. Panjangnya adu argumen antara legislator tersebut mengakibatkan sejumlah Forkompimda dan undangan serta sejumlah ASN keluar dari ruang sidang paripurna pada sidang paripurna yang berlangsung Senin 14/10-2018 di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Terkait hal tersebut pengamat Politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka berujar bahwa hal tersebut bukan hanya masalah administrasi belaka tapi lebih ke unsur politik.

“di tahun politik hal seperti ini sering terjadi karena banyaknya kepentingan yang bermain, kritisnya Felly berdampak pada mandeknya komunikasi politik lintas partai disisi lain Bart Senduk walaupun dia kader PKPI tapi memiliki kedekatan dengan PDIP. Jadi dalam hal ini Ketua Dewan harus hati hati karena dia tidak berada pada fraksi yang sama dengan pihak yang sedang bermasalah,”pungkas Tumbelaka.

Sementara itu Andrei Angouw sendiri usai paripurna saat di tanyai wartawan mengatakan dirinya hanya menjalankan amanat aturan, dan keputusan yang diambil sudah sesuai mekanisme.

“Proses penggantian sudah sesuai, dan itu telah menjadi kesepakatan bersama diinternal Fraksi, dan tidak ada skenario”, terang Angouw pada wartawan. (Robby)