Foto : Kantor Kejaksaan Negeri Minsel

iNewscrime,Amurang- Citra Korps baju coklat kembali tercoreng. Usai kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah satu oknum jaksa yang populer dengan sebutan OTT recehan, kali ini lembaga yang dianggap panglima hukum itu kembali diterpa ujian berat.

Sebut saja kinerja penegakan hukum Kejari Minsel dianggap masih ompong dan belum menunjukan keseriusan. Itu terbukti melalui kasus judi togel yang ditangani Kejari Minsel dengan terdakwa OB alis Putih belum juga tuntas. Padahal pihak Kejari dikabarkan sudah menerima salinan putusan Makamah Agung (MA).

“Tak boleh tebang pilih. Harus serius. Persoalan kasus ini sudah jelas. Dalam putusan MA terdakwa di diputus 9 bulan penjara. Tapi kenapa sampai sekarang tak juga dilakukan penangkapan,” komentar Panglima Panji Josua Minsel Bobby Pattyranie.

Dirinya menyayañgkan sikap kejari yang diduga lamban dan telampau menunda-nunda melakukan eksekusi.

” bayangkan saja, sejak 11 Januari lalu pihak Kejari sudah menerima putusan tersebut. Tapi kok sampai sekarang tak kunjung ditangkap. Ini ada apa?,” tanya Pattyranie.

Kritikan yang sama juga dilontarkan Aktivis Mudah Sulut Trisno Mais. Malah ia mengecam aksi oknum pegawai Kejari yang diduga menghalang-halangi awak media melakukan liputan di kantor Kejari Minsel.

“ini sama dengan melecehkan profesi wartawan. Emang wartawan dianggap musuh, atau teroris yang tak boleh bersentuhan dengan pihak penegeka hukum seperti Kejari? Ini kan aneh bin ajaib, “tegas Mais.

Mais menyarànkan lebih baik Kejari fokus tuntaskan kasus terdakwa Togel. Apalagi belakangan informasi beredar si terdakwa malah keluyuran sana-sini, tanpa beban. Daripada menunjukan sikap seolah-olah menghadang wartawan.

Mengenai penanganan kasus togel dengan terdakwa OB alias Putih, Kepala Kejari Minsel melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Tira Agustina SH,MH mengakui pihaknya sudah menerima salinan putusan MA, untuk itu pihak kejaksan akan segera menindak lanjuti salinan putusan MA dengan melakukan pemanggilan kepada terdakwa. Jika sampai pemanggilan ketiga terdakwa tidak datang, maka pihak kejaksaan akan menjemput paksa dan menjebloskan terdakwa ke penjara.

“Kami merasa keliru dengan pernyataan kami sebelumnya yang diberikan media ini. Memang setelah dikordinasi dengan PN Amurang ternyata salinan putusan MA atas nama OB alias Puti benar ada. Bahkan, salinan tersebut telah dikirim ke Kajari Amurang sejak 11 Januari 2017 silam. Berdasarkan putusan MA tersebut kami telah mengirim surat panggilan pertama kepada terdakwa,”Aku Tira Agustina beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bahwa setelah terjadi miss komunikasi, Kajari Minsel Lambok MJ Sidabutar, SH MH langsung memimpin rapat dan meminta segera melaksanakan eksekusi terhadap oknum bandar Togel IB alias Puti, sebab akibat adanya pemberitaan soal tidak adanya salinan putusan di Kejari Amurang, Kajari Minsel menjadi pembicaraan luas kalangan masyarakat.

“Pak Kajari sangat serius dalam penanganan masalah ini, bahkan beliau siap pasang badan untuk menjebloskan bandar judi Togel tersebut ke penjara sesuai dengan salinan putusan MA yang menjatuhkan vonis 9 bulan penjara.

Yang pasti eksekusi terhadap bandar judi togel IB alias Puti segera dilaksanakan. Hanya saja dalam pelaksanaannya harus sesuai SOP, “terang Agustina.

(Redaksi)