Tahanan Togel Ditahan Tiga Bulan Tanpa Kejelasan, Mengaku Dua Kali Di Mintai Uang, Eks Kapolsek Tombatu Tantang Keluarga Para Tahanan Lapor Ke Propam Polda

Ilustrasi Penangkapan Togel (Foto Istimewa) 

MANADO,  INEWSCRIME.COM– Penangkapan 4 orang pelaku togel pada tanggal 3 Februari 2020 oleh Polsek Tombatu menyisakan cerita tidak enak dibalik penangkapan tersebut.

Diketahui dalam penangkapan tersebut Polsek Tombatu menangkap 4 orang masing masing Ian Roe, Evans, Iwan Matu dan Tio Kawulusan

Mereka berempat ditangkap di kebun salah seorang bandar togel yang kerap di panggil “cune” yang saat ini sedang menjalani hukuman badan di LP Papakelan Tondano.

Belakangan Terinformasi kalau Ian Roe yang juga dikenal sebagai ipar cune sudah dibebaskan karena mengajukan penangguhan penahanan dan hanya ditahan selama 6 hari dengan alasan masih sekolah.

Berkaitan dengan hal tersebut, keluarga dari ketiga pelaku lainnya yang masih ditahan pada media ini mengaku keberatan.
“Kalau alasan masih sekolah itu tidak masuk akal karena si Ian itu sudah putus sekolah,”ujar salah seorang keluarga dari 3 pelaku yang namanya enggan disebutkan.

Terinformasi pula saat penangkapan uang sejumlah 4 juta rupiah di tambah dengan 1 juta dua ratus uang pribadi dari Evans yang bukan uang hasil togel dijadikan barang bukti oleh Polsek Tombatu.

Belakangan terinformasi kalau uang yang dijadikan BB oleh anggota Polsek telah dikembalikan namun hanya 500 ribu, sisanya 7 ratus ribu raib entah kemana.

Berkaitan dengan hal tersebut, keluarga ke 3 Pelaku yang sekarang masih ditahan dan jika ditotal sudah 3 bulan namum belum ada kepastian apa mereka akan bebas, atau dikirim ke pengadilan sebagai tahanan jaksa merasa keberatan dan mempertanyakan kinerja dari Kanit Reskrim Polsek Tombatu.

Berdasarkan pengakuan keluarga pada media ini mereka bertiga (keluarga pelaku, red) sudah dua kali dimintai uang agar bisa mendapatkan penangguhan penahanan.

“Kanit Reskrim Polsek Tombatu pernah meminta uang penangguhan sebanyak 75 dan 45 juta namun kami tidak sanggup membayar sebanyak itu,”ungkap perwakilan dari keluarga para pelaku.

Ditambahkan oleh sumber, mereka menganggap kasus yang keluarga mereka alami di jadikan ajang bisnis oleh oknum Kanit Reskrim dan diduga kuat ini adalah arahan dari Kapolsek Tombatu,”tandas sumber.

Sementara itu, eks Kapolsek Tombatu Ipda Niki Pondalos SIP yang kini menjabat sebagai Kapolse k Pelabuhan membantah pengakuan dari keluarga ke 3 tahanan togel tersebut.
” Sampai saya mutasi tidak pernah terjadi nego nego masalah uang silahkan di lakukan investigasi ke pelaku yang masih ada dalam tahanan dan keluarganya, mereka (keluarga ke 3 tahanan, red) sempat berapakali menghadap saya untuk minta penangguhan namun saya tidak pernah mengiyakan,”kata Ipda Pondalos Via Whatsapp messenger.

Dirinya bahkan menantang keluarga para tahanan untuk melaporkan ke Propam Polda jika ada bukti terkait itu.
“Silahkan ada jalurnya lapor ke Propam Polda jika memang ada bukti kalau saya memerintahkan untuk meminta uang,”tegas Ipda Pondalos.

Sementara itu terkait dengan penangguhan Ian Roe menurut Ipda Niki Pondalos itu karena yang bersangkutan masih di bawah umur.
” Untuk Ian Roe, pelaku adalah anak yang umurnya baru 16 tahun jadi harus di lakukan diversi namun bukan berarti kasusnya tidak di lanjut. Semua ada berkasnya,”tambahnya.

Terkait penahanan yang sudah sekitar 3 bulan dan belum dilimpahkan ke Kejaksaan itu dikarenakan kondisi pandemi covid-19.
” Kejaksaan mau terima tapi harus punya surat keterangan bebas Covid-19, sementara alat untuk memastikan seseorang bebas dari. Covid-19 setahu saya baru datang sekitar seminggu yang lalu,”terang Kapolsek.

Dibagian akhir Ipda Niki Pondalos mengatakan sesuai informasi terakhir berkas perkara kasus tersebut sudah P21 tinggal menunggu hasil rapid dan siap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.
” Info terakhir berkas sudah p21 tinggal menunggu hasil rapid tes kemudian akan di kirim ke Kejaksaan,”tandasnya.

(Robby Kumaat Mononimbar)