Sulut Dapat Jatah 1,9 Juta Kartu Pra Kerja, Felly Runtuwene: Uber Pelatihannya Bukan Insentifnya

Felly Runtuwene Dan Salah Seorang Pendaftar Kartu Pra Kerja

Manado, INC — Warga Sulawesi Utara patut berbangga memiliki.Felly Runtuwene, politisi partai Nasdem yang juga Ketua Komisi IX DPR RI.

Komitmennya untuk memajukan.Sulawesi Utara tak usah ditanya. Jabatan yang di anugrahkan Tuhan padanya benar benar digunakan untuk kepentingan rakyat banyak.

Semenjak menjabat sebagai Ketua Komisi 9 tidak sedikit program pemerintah pusat yang diarhkannya untuk kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang dilakukannya dalam kunjungan kerjanya kemarin di Manado Jumat (24-9-2021). Di dampingi oleh Denny Puspa Purbasari Direktur Eksekutif Managemen Pelaksana Bidang Kartu Prakerja di Kemenko Bidang Perekonomian Felly Runtuwene menyerahkan Kartu Prakerja secara simbolis pada perwakian dari 15 Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Utara.

Pada awak media Felly Runtuwene mengingatkan para penerima untuk memanfaatkan dengan baik program ini.
“Kita berharap masyarakat Sulut, ade ade kita memanfatkan program kartu Prakerja ini seluas luasnya untuk mereka dan keluarga. Jangan hanya uber insentif yang 2 400..000 (600 ribu perbulan) selama 4 bulan tapi uberlah pelatihannya. Ada sekira 1800 pelatihan yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan,”ungkap Felly.

Felly juga mengingatkan para calon pendaftar program pra kerja untuk tidak bosan bosan mencoba mendaftar karena memang seperti itu prosesnya. Ada yang sampai berulang baru bisa diterima tetaplah mencoba terus.
“Ada bahkan yang sampai 12 kali mencoba baru bisa diterima.Intinya jangan pernah bosan mencoba, dan bagi yang sudah mendapatkan itu manfaatkan sebaiknya mungkin,”ujar Srikandi Sulut dari Minsel ini.

Sementara itu Puspa Purbaningsih mengatakan ada sekitar 1.900.000 yang dialokasikan untuk Sulut dan untuk saat ini sudah ada 200.000 warga usia 18-45 tahun yang mendapatkan program ini.
“Lebih dari 11 juta orang yang sudah menerima program ini di seluruh Indonesia. Untuk Sulawesi.Utara sudah ada sekira 200 ribu orang yang menerima, manfaatkan itu dengan baik karena kalau lebih dari 30 hari tidak memanfaatkan sesuai peraturan menteri akan dibatalkan dan diberikan pada yang lain yang sudah mendaftar tapi belum dapat,”tandas Purbaningsih mengingatkan.

Ridel Wariki salah seorang calon penerima kartu Pra Kerja asal Tetey Minahasa Utara mengaku mendaftar ikut program ini karena belum memiliki pekerjaan usai tamat dari SMU.
“Saya mendaftar karena belum bekerja, kalau diterima namti lewat keerampilan yang saya dapat bisa dipakai untuk bekerja demi masa depan saya,”ungkapnya penuh harap

(081)