Stwlla Runtuwene Soroti Pembangunan Ajungan Pemprov Sulut D TMII

Foto (ist) : Stalla Runtuwene

MANADO, INC — Sorotan tajam Stella Runtuwene terkait pembangunan anjungan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di taman mini Indonesia Indah (TMII)yang terkesan semrawut dan asal jadi di tujukan pada Pemprov Sulut.

Secara tegas Anggota DPRD Sulut dari fraksi Partai Nasdem Stella ini menyampaikannya pada sidang paripurna penetapan APBD perubahan tahun 2020 siang kenarin 1-9- 2020.

” Rp. 60,5 miliar itukan sangat banyak jumlahnya, kenapa tidak dibuatkan sebaik-baiknya.

Saya heran saja kok, bagian bawah dari bangunan itu sudah sama seperti menanam kayu jati dengan ukuran tanam 2-3 meter tiangnya, itukan hanya membuang duit saja. kata adik ketua komisi IX DPR-RI ini.

Lanjutnya Gubernur harus memperhatikan masukan saya ini, jangan dibiarkan saja, jangan bias kedepan.

” Saya lihat untuk tempat parkir mobil saja sudah tidak bisa, saya tahu sedikit untuk menghitung 1 balok tiang itu, jadi saya tidak bodoh untuk lakukan pengawasan sebagai fungsi kontrol kami lembaga legislatif bagi SKPD terkait”. Kata Runtuwene diruang kerjanya saat diwawancarai awak media.

Tidak hanya itu saja, rumah adat yang dibangun di anjungan tersebut disinyalir menggunakan kayu yang kualitasnya diragukan.

” papan yang terpakai tidak baik, saya lihat setiap papan yang menjadi dinding bangunan sudah memiliki jarak dari papan yang satu ke papan yang lain, jadinya, bisa terlihat dari luar dinding bila orang lain melihat kedalam ruangan”. Sesalnya.

Dari sisi penganggaran Stella mengatakan bahwa pekerjaan renovasi anjungan pemerintah Sulut di TMII akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 60,5 Miliar yang untuk pekerjaan tahap pertama direalisasikan sebesar Rp 20 Miliar yang sumber anggaran dikumpulkan dari dana Pemerintah Kabupaten Kota masing – masing Rp 1 Miliar dan Pemprov Rp 5 Miliar selama tiga tahun.

” jadi, dana ini dikumpulkan oleh Rakyat dari 15 kabupaten/kota, mari kita jaga dan jangan lakukan hal bodoh demi keuntungan pribadi, “tegasnya.

” Dana sebanyak ini, bila dibagi ke 15 kabupaten/kota saya memastikan dapat mengurangi kemiskinan bahkan pun bila dikerjakan di pembangunan fisik seperti jalan umum, saya pastikan ada kiloan meter akan teraspal,” pungkasnya.

Terkait hal diatas, Ketua komisi tiga Berty Kapojos dari fraksi PDI-Perjuangan, Yongki Limen Sekretaris Komisi dari fraksi Golkar dan Netty Pantou anggota komisi tiga dari fraksi Demokrat setuju dengan apa yang disampaikan Stella Runtuwene.Ketiganya sepakat agar Pemprov Sulut meninjau kembali pembangunan anjungan tersebut agar uang rakyat yang digunakan disitu benar benar dimanfaatkan sesuai peruntukan dan fungsinya.

(**/Robby)