Studi Komparatif Ke Kabupaten Badung, Komisi I Deprov Sulut Akui Eksistensi Pecalang di Kabupaten Badung

Hanafi Sako dan Komisi I Deprov Sulut Foto Bersama Pemerintah Kabupaten Badung Usai Studi Komparatif.

INewscrime.com-Eksistensi legislator yang satu ini patut diacungi jempol. Walaupun masih terhitung baru bersama Komisi I Deprov Sulut namun keaktifan Hanafi Tomi Sako legislator Partai Golkar Dapil Bolmong ini dalam setiap kegiatan komisi I Deprov Sulut benar benar total.

Kali ini, dirinya bersama rekan rekannya dari komisi I melakukan study komparatif tentang peran Kesbangpol kabupaten Badung atas keamanan turis asing.

Dalam studi komparatif tersebut komisi I memperoleh penjelasan bahwa Kaban Kesbangpol Kab. Badung sangat serius menangani masalah keamanan secara keseluruhan termasuk menciptakan rasa aman dimasyarakat termasuk rasa aman para turis baik mancanegara dan lokal.

Diketahui pula bahwa demi menjamin rasa aman para turis Pemerintah Kabupaten Badung tidak sendirian tapi diback up oleh Kepala Daerah (Provinsi) baik dari sisi goodwill (kebijakan) maupun disisi anggaran. Termasuk didalamnya kerjasama lintas sektoral termasuk instansi vertikal Kodam. Polda. Kejati BNN.

Dikatakan oleh Hanafi salah satu keberhasilan Kab. Badung adalah kearifan lokal yang diakui dan dilaksanakan oleh masyarakat lokal dimana keberadaan pecalang (polisi adat) diakui dan disupport penuh oleh pemerintah. Dimana dalam prakteknya keberadaan pecalang dalam menjalankan sangsi adat benar benar membantu pihak Kepolisian dalam menekan tindak kriminalitas di wilayah mereka.

Keberhasilan lainnya dari Kabupaten Badung antara lain yakni APBD mereka mencapai kurang lebih 7 triliun yang bersumber dari Hotel, Restoran dan jasa lainnya.

“kami berharap kedepannya Kesbangpol dapat melakukan study komparatif ke Kabupaten Badung agar mereka bisa melihat sendiri sekaligus belajar bagaimana Kabupaten Badung menjalankan kebijakan pemerintahan mereka khususnya yang berkaitan dengan kinerja Kesbangpol dan Pol-PP, “kunci Sako.

Adapun personil Komisi I yang ikut serta dalam studi Komparatif tersebut selain Hanafi Sako adalah Sekretaris Komisi II Jeiny Marho Mumek, Syeni Kalangi dan Jems Tuuk didampingi oleh staff pendamping dari Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara. (Rds)