Sodomi Bocah 8 Tahun, Hany Diciduk polres Minut

MINUT, INEWSCRIME.COM – Marah bercampur sedih membuat Rosaly (nama samaran), ibunda dari sebut saja Santiago bocah lelaki umur 8 tahun yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, mempolisikan lelaki SR alias Sep alias Hany (29), di wilayah Kelurahan Airmadidi Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara.

Amarah Ibu Rosaly tak terbendung saat mengetahui puteranya dicabuli, SR alias Sep alias Hany ke Mapolres Minut.
Kapolres Minut AKBP Jefri Ronal Parulian Siagian SIK melalui Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Nohfri Maramis SH.SIK tidak menampik kalau pihaknya telah menerima laporan itu.

“Sudah masuk laporan dari pihak korban, dengan Nomor LP:
LP/725/X/2019/Sulut/ Res-Minut, tanggal 31 Oktober 2019.,” kata Maramis di Group Wartawan Polres Minut, Sabtu (2/11) tadi.

 

Karena pihaknya masih melakukan pengembangan, inilah Kronologois Sementara yang di lampirkan Polres Minut kepada media ini:
Bermula pada hari Kamis tanggal 31 Oktober 2019, sekitar pukul 10.30 Wita silam, korban pulang sekolah.
Korban kemudian dijemput oleh Tersangka menggunakan sepeda motor milik Tersangka. Karena sudah akrab, korbanpun ikut.

Oleh Tersangka, korban dibawa kerumah Tersangka, lalu dia mengajak korban masuk kedalam kamar.
Didalam kamar, Tersangka melucuti celana korban sembari melucuti celananya sendiri.Tersangka pun memasukkan alat kelaminnya ke arah (maaf… red-) milik korban, namun alat kelamin Tersangka tidak berhasil masuk, sehingga Tersangka hanya menggosok-gosokkan anu-nya di keselangkangan korban saja.

Tidak lama kemudian perbuatan Tersangka terhenti karena rumah Tersangka sudah digerebek oleh masyarakat setempat.

Agar tak menjadi bulan-bulanan warga, Tersangka pun diamankan di Mapolres Minut dan diproses hukum sesuai perbuatannya.

“Dari hasil BAP penyidik sementara ini, perbuatan cabul tersebut sudah 2 kali lakukan Tersangka terhadap korban dimana kejadian pertama dilakukan pada tahun 2018, sedangkan untuk yang kedua, terjadi pada hari Kamis 21 Oktober 2019,” jelas Kasat Reskrim.

Sesudah itu Polres Minut mengambil langkah-langkah seperti memeriksa saksi pelapor dan korban, memeriksa Tersangka, membuat Visum Et Repertum, kemudian membuat SP Sidik, SP Gas, SP Han dan SP Kapolres.

Dari informasi yang berkembang di masyarakat Airmadidi, Tersangka sudah melakukan praktik sex menyimpang ini kepada lebih dari satu orang anak.

“Kita masih lakukan pengembangan sebab ada informasi yang mana, selain pelapor, masih ada sekitar tiga (3) korban. Jadi kami harap para orangtua korban supaya melaporkan hal itu, agar Tersangka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Maramis. (js)