Inewscrime – Sitaro – Meski Sekolah-sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menangah Pertama (SMP) di Kabupaten Sitaro miskin tenaga pengajar, namun pemerintah kabupaten Sitaro melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Sitaro terus meningkatkan fasilitas pendidikan di Sitaro.

Kepala Dikpora Drs. Robert Kahiking mengungkapkan, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 ini dengan total Rp 4.356.000.000 telah di konsentrasikan seluruhnya di SD dan SMP.

“Untuk SD ada rehab 17ruang belajar dan 22 ruang guru, pembangunan ruang kelas di SDN Inpres Akesimbeka, pengadaan buku seleksi perpustakaan di 18 SD dengan total anggaran 2.710.000.000 rupiah,” ungkap Budiman Rabu (10/05/2017).

Sementar itu lanjut dia, untuk SMP terdapat pula rehab 6 ruang kelas di 4 sekolah, pembangunan laboratorium IPA dan Perabotnya, serta pengadaan alat pendidikan di 10 sekolah.

“Untuk SMP total anggaran ada 1.646.000.000 rupiah, dan total dana DAK ada 4.356.000.000 rupiah, semuanya terkonsentrasi untuk peningkatan pendidikan di Sitaro.” jelasnya.

Sementara sekretaris Dikpora Sitaro Dra. Agustina Budiman mengungkapkan Kabupaten Sitaro masih membutuhkan tenaga pebgajar dimana terdapat 107 sekolah di Sitaro masih mengalami kekurangan guru.

“Kita masi membutuhkan tenaga pengajar terutama di tingkat SD. Sebab saat ini hanya ada 511 guru dari 102 SD di Sitaro” beber Budiman.

Kebutuhan guru sendiri lanjut Budiman, seharusnya ada 8 orang guru di setiap SD namun hal itu tidak dapat terpenuhi.

“Kita hanya punya 5 guru di setiap SD masih sangat kurang belum lagi di tambah dengan guru mata pelajaran Agama dan Pendidikan jasmani.” beber Budiman.

Dari data yang berhasil di peroleh, SMP hanya terdapat dua sekolah saja yang masih kekurangan guru.(Erga)