Siswa SMP Kristen Getsemani Tak Bisa Ambil SKHU,Ada Apa ??

Manado,- Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Kota Manado kembali tercoreng namanya diakibatkan ulah oknum Kepala Sekolah SMP Kristen Getsemani Sario Kota Baru berinisial (VT) yang diduga melakukan pungli terhadap para siswa Kelas III dalam pengambilan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU).

SMP Kristen Getsemani Sario Kota Baru merupakan salah satu Sekolah yang mendapatkan bantuan Dana BOS dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut laporan dari orang tua murid,oknum Kepala Sekolah meminta uang sebesar Rp 500.000 untuk pengambilan SKHU dengan alasan pembayaran uang buku sebesar Rp 150.000 dan biaya pengayaan sebesar Rp 350.000.Jikalau tidak memberikan uang tersebut,maka SKHU tidak akan diserahkan kepada para siswa yang dinyatakan lulus sebelum uang yang diminta Kepala Sekolah tersebut dipenuhi.

Dari hasil laporan orang tua murid tersebut,beberapa anggota Jurnalis mendatangi SMP Kristen Getsemani Sario Kota Baru untuk mengkonfirmasi akan laporan orang tua murid.Namun disayangkan,saat dikonfirmasi,oknum Kepala Sekolah tidak berada di tempat dan hanya di terima oleh salah satu pengajar (Guru) dengan inisial (LM)yang mengaku sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMP Kristen Getsemani Sario Kota Baru.

Ketika ditanya akan kebenaran informasi yang ada,Wakil Kepala Sekolah yang berinisial (LM) membantah kalau informasi tersebut adalah tidak benar.

“Apa yang menjadi permintaan kami,sudah memiliki kesepakatan dengan orang tua murid dan ada tanda tangan dari orang tua murid.Tidak ada SKHU yang kami tahan,semua kami berikan dan sampai saat ini pun kami tetap menunggu para siswa dalam pengambilan SKHU,” jawab LM.

Saat para jurnalis mewawancarai Wakil Kepala Sekolah,beliau (LM,red) memaksa untuk memberitahu siapa yang memberikan informasi tersebut kepada para wartawan dengan nada sedikit tinggi.

“Saya tau siapa yang menyuruh kalian kesini dan saya sudah menunggu dari tadi kedatangan kalian.Beri tau saja,karena saya tau persis siapa orang tua murid itu dan hanya dia yang paling memaksa,kenapa kalian takut menyebutkan namanya,” tanya LM kepada wartawan memaksa.

Menjawab pertanyaan dari (LM),rekan Jurnalis mengatakan bahwa sesuai Kode Etik Jurnalis,setiap Narasumber yang memberikan informasi wajib dilindungi identitasnya guna keamanan dan kenyamanan dari Narasumber tersebut dan itu ada undang-undangnya.

Dikesempatan lain,ada beberapa siswa yang dimintai keterangan mengenai pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah,dengan polos siswa-siswa tersebut membenarkan adanya pungutan tersebut.Tentang penggunaan Dana Bos di Sekolah,para Siswa menjawab bahwa Dana BOS sering digunakan para pengajar (Guru) untuk Study Banding atau Study tour.(RK)