Foto (ist) Ilustrasi Money Politik

INewscrime.com– Menanggapi laporan masyarakat terkait adanya politik uang di Kec Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud terkait Pilkada. Pada hari senin, 25 Juni 2018 Satgas Politik uang melakukan penyelidikan sehubungan dengan informasi tersebut.

Adapun laporan masyarakat yang masuk pada Satgas Politik uang bahwa di Desa salibabu dan desa dalum Kec. Salibabu Kab. Kepulauan Talaud dicurigai ada yang membagi-bagikan uang untuk kepentingan pemilihan bupati dan wakil bupati Kab. Kepulauan Talaud.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Satgas di desa yang di maksud lewat Keterangan seorang warga bernama Marsel mandiri, didapatkan info bahwa dua orang perempuan bernama Aprise Lahunduitan dan Nety Aiba serta lelaki Son Mamentiwa yang (diduga Timses dari Poslon Bupati dan Wabup Kab. Kepulauan Talaud nomor urut 1) telah memberikan uang sebesar Rp 400.000 sambil mengarahkan untuk memilih paslon no urut 1 dan Selanjutnya dari tempat tersebut Satgas mengamankan uang sebesar Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah).

Masih pada hari yang sama pada pukul 12.30 wita satgas kembali mendapat informasi bahwa di desa Salibabu juga telah telah terjadi tindak pidana money politik yang dilakukan oleh tim sukses calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1.

Setelah mendapat info tersebut, satgas langsung bergerak menemui masyarakat yang menerima uang tersebut yakni perempuan Merry Yamis dan dari tangan MY satgas mengamankan uang sebesar Rp.200.000.

Selanjutnya Satgas bergerak ke kantor Panwas Kecamatan Salibabu untuk melakukan koordinasi sehubungan dengan adanya dugaan Politik uang tersebut.

Selanjutnya uang yang diamankan sejumlah Rp 600.000 tersebut di serahkan pada Panwas Kecamatan.