Seriusi Penangan Banjir Manado, Komisi 3 RDP Dan Turlap Dengan BPJN, Balai Sungai Dan BPBD

Komisi III Dengan Balai Sungai di Bailang
DEPROV, INC COM — Terkait bencana banjir yang melanda Kota Manado, Bolmong dan Bolmut beberapa waktu lalu, Komisi III DPRD Sulut mengundang sejumlah mitra kerja BPJN Wilayah XV Sulut dan Gorontalo, Balai Sungai dan BPBD Sulut. Rabu (11/03/20) siang.
Dikatakan Ketua Komisi III DPRD Sulut Berty Kapoyos, Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut dilakukan guna mengetahui sejauh mana penanganan banjir dan pasca banjir di tiga wilayah yang terdampak banjir.
“Oleh sebab itu, hari ini kita akan langsung turun di lapangan di wilayah Manado, tepatnya di Mahawu dan sungai Bailang dan, besok kita akan lanjut ke Bolomg dan Bolmut. Yang jelas kita berharap karena ini sudah sering terjadi terutama khususnya di daerah Mahawu ini kita berharap Balai sungai ini sudah punya rencana jangka pendek Apa yang bisa dilakukan,” terang Kapoyos usai RDP.
Untuk sungai Bailang dan Mahawu Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Balai Sungai agar melakukan pengerukan dan normalisasi sungai.
“Kami juga tadi mengusulkan kepada mereka agar dilakukan pengerukan dan normalisasi sungai. Alhamdulillah sudah disetujui. Kemudian kami juga mengusulkan untuk membuat secara permanen penanggulangan banjir di tempat tersebut, karena banjir di tempat tersebut hampir setiap tahun terjadi dan sampai hari ini belum ada penanganan yang serius,” tukas mantan Ketua DPRD Minut ini.
Usai RDP, komisi 3 langsung menindaklanjuti dengan turun lapangan ke bailang dan Liwas.
Saat turun lapangan di Bailang Komisi 3 bersama Balai Sungai langsung meninjau lokasi lokasi yang terdampak banjir dan benar kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Melihat kedatangan para legisator, wargapun langsung curhat tentang kondisi mereka. Pada anggota dewan pun mereka mengatakan siap untuk direlokasi karena mereka sudah mendapat tempat di Pandu berkat bantuan pemerintah pusat.
Hanya masalahnya, tempat relokasi mereka di Pandu belum ada fasilitas penerangan dan air.
“mo tinggal bagimana kasiang kalu belum ada aer deng lampu,”ungkap warga.
Terkait DAS yang sudah sangat parah keadaannya, Balai Sungai pun menyanggupi untuk segera memperbaiki DAS sesuai dengan rekomendasi Komisi III DPRD Sulut.
Dari Bailang turlap dilanjutkan ke Liwas menindaklanjuti aspirasi Yongkie Limen.
Melihat kondisi jalan Lengkong Wuaya Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Sulawesi Utara dan Gorontalo, Triono Junoasmono menerangkan bahwa sebenarnya jalan Lengkong Wuaya adalah domain Pemkot Manado namun pihaknya akan coba untuk membicarakan dengan Pemkot Manado tetkait perbaikan ruas jalan Lengkong Wuaya tersebut,” tukas Ka Balai.
Komisi 3 DPRD Sulut, lewat Yongkie Limen mengatakan pihaknya juga akan secara intensif akan mengkonsultasikan dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara walaupun Jalan Lengkong Wuaya sebenarnya adalah domain Pemerintah Kota Manado,”tandas Yogkie Limen.
(**/rkm)