Sekretaris KNPI Kota Manado Polisikan Oknum Wartawan Online Manado

Manado, iNewscrime – Tidak terima dilecehkan dengan komentar kasar dan tak senonoh disebuah akun media sosial (medsos), Sekretaris KNPI Kota Manado Amas Mahmud mendatangi Polresta Manado untuk melaporkan peristiwa tersebut, Jumat, (28/7/2017).

Dalam lapornnya, Amas melaporkan seseorang yang memiliki akun Facebook berinisial SS alias Simon yang juga salah satu wartawan media online manado atas dugaan melanggar Undang-undang ITE melalui media sosial Facebook.

Dilansir dari Cybersulut.net, Sekretaris KNPI Kota Manado ini mengatakan, bahwa peristiwa itu bermula pada 8 Juli 2017 lalu, dimana saat itu dia menanggapi status FB dari Simon. Ketika saling beradu argumen itu tiba-tiba yang bersangkutan menuliskan kalimat yang menurut Amas sangat kasar dan melecehkannya.

“Isu murahan karena seorang Amas Mahmud memang kelas MURAHAN. Bahkan anus pun masih lebih berharga dari seorang Amas Mahmud. Biar tempat pembuangan, tapi kalau tidak ada, membahayakan. Kalau Amas Mahmud, bisa di abaikan.
hhhaaa…hhhaa..,” ujar Amas menirukan gaya bahasa di FB tersebut.

Bukan hanya itu, menurut Amas, dalam percakapan tersebut, yang bersangkutan malah menyuruhnya untuk makan babi saja. “Hhhaaa..hhhaa..Maycle so pangge,
pergi jo Amas Mahmud, makan babi sana, supaya otak mu bijak dan pintar..
hhhiii..hhiii..,”

“Saya tidak terima dia berkata seperti itu, apalagi saya seorang muslim, kok malah disuruh makan babi, itu sama saja melecehkan saya,” tegas Amas.

Sekretaris KNPI Kota Manado Amas Mahmud. #Poto Ist

Dari dasar itulah yang menguatkannya Saya untuk membuat laporan resmi kepada Polisi.

“Saya minta pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Karena pelaku melakukan pelecehan di media sosial,” harap Sekretaris KNPI Kota Manado Amas Mahmud saat dimintai keterangan oleh iNewscrime.com pada Minggu (30/7/2017).

Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Roly Sahelangi saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan korban.

“Laporannya sudah kami terima, korban sudah dimintai keterangannya oleh penyidik,” pungkas Sahelangi.