Anggota DPRD sulut Fabian Kaloh (kanan). Hendry Walukouw (kiri)

SULUT, INewscime.com — Pentingnya bimbingan tekhnis bagi anggota DPRD diakui oleh dua legislator Sulut, Hendri Walukouw dan Fabian Kaloh.

Secara terpisah pada INewscrime.com usai pelaksanaan Bimtek di Hotel Mercure Tateli Minahasa, (Senin 26/4) keduanya.sepakat mengatakan pentingnya Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota DPRD dalam rangka peningkatan kapasitas dalam menjalankan peran dan fungsi dalam urusan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Dikatakan oleh Hendry Walukouw, dalam pelaksanaan kinerja perencanaan pemerintahan di daerah, diperlukan tenaga yang profesional di bidangnya untuk membantu mewujudkan jalannya pemerintahan di daerah melalui tugas pokok dan fungsi yang dilakukan DPRD.

Berhasil atau tidaknya peningkatan kapasitas peran dan fungsi DPRD, bagi kedua wakil rakyat dari dapil Minut – Bitung yang juga sesama anggota komisi I ini, dapat diukur dari seberapa peran aktif DPRD dalam pembangunan pelayanan ketika mendengar aspirasi rakyat yang dapat diperjuangkan di lebaga legislatif

” Ini menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk meningkatan kapasitas kami sebagai wakil rakyat khususnya di DPRD Sulut, ” ujar Walukow.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan meski dirinya telah beberapa kali menjadi anggota dewan namun pelaksanan Bimtek sangat bermanfaat untuk menunjang tupoksi dalam menjalankan kewenangan sebagai anggota DPRD.

” Sedangkan yang sudah beberapa periode pasti sangat membutuhkan bimbingan teknis dalam rangka penguatan kapasitas. Kenapa saya harus mengatakan sangat membutuhkan? karena regulasi kita ini kan kadang-kadang up to date, ada regulasi yang berubah dari tahun ke tahun sehingga kita perlu pemahaman atau perlu penjelasan daripada pihak yang terkait yang berkompeten khususnya pihak Depdagri seperti yang dipaparkan nara nara sumber tadi, ” terang Walukouw

Senada dengan Walukouw, Politisi PDIP Fabian Kaloh mengatakan
bahwa Bimtek yang dilaksanakan Sekretariat Dewan Sulut meski hanya sehari namun dirasakan sangat bermanfaat terutama mengenal “etika politik”, agar pelaksanaan fungsi-fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan dapat berlangsung secara etis dan proporsional.

Dengan pemahaman yang mendalam mengenai politik menurutnya, setiap anggota DPRD tentu akan mampu menempatkan dirinya secara proporsional, baik dalam berbicara, maupun bersikap dalam bertindak.

” Beberapa memang semua anggota dewan pasti sudah tau, tapi ada hal baru yang kita dapat seputar tupoksi anggota dewan dan bagaimana seharus aspirasi dewan bisa sinkron dengan perencanaan pembangunan yang disusun Pemprov. Selain itu kita juga belajar akan arti penting public speaking bagi anggota DPRD, ” tandas mantan birokrat handal di Penkot Bitung ini.
(*/Robby)