Sekolah SDN inpres Amurang Di Saat Hujan Selalu Kebanjiran Ini Penyebabnya.

Amurang, Inewscrime.com- Pembuatan Sumur resapan yang ada di sekolah SDN Inpres Amurang Kelurahan Uwuran Dua di pembuatannya asal jadi.

Sejak pembuatan sumur resapan ini di buat, di saat hujan turun air tidak teresap kedalam malahan meluap ke luar dan masuk di ruangan kelas dan ruangan perpustakaan. Pengeluhan ini langsung di sampaikan oleh Chendra D.T Suoth, S.Pd selaku kepala sekolah SDN Inpres Amurang kepada media.

“mulai pekerjaan ini selesai di buat keadaan sekolah kami di saat hujan datang sudah pasti kebanjiran, semua air hujan masuk di ruangan kelas V & VI, dan sampai di ruangan perpustakaan, dan dampak dari semuanya ini aktivitas belajar mengajar kami terganggu, akibatnya anak murid kami bersama guru harus turung tangan untuk membersihkan air yang meluap di ruangan kelas dan ruangan perpustakaan kami,” tutur Chendra Suoth.

“Saya sudah berulang kali menghubungi pihak pekerja dan pemborong tapi mereka tidak mau mengangkat telepon saya, memang terlihat pihak pemborong sudah tidak ada tanggung jawab memperbaiki kembali atau sudah membiarkan pekerjaan ini, akhirnya saya langsung datang ke kantor dinas Lingkungam hidup dan melaporkan kejadian ini,” kata Chendra Suoth

Untuk itu, saya harapkan dari pihak kontraktor dapat bertanggung jawab, melihat, dan memperbaiki kembali pekerjaan yang asal jadi ini, dan kami juga mengharapkan kepada pemerintah dalam hal ini dinas Lingkungan Hidup dapat membantu kami dan dapat menghubungi pihak kontraktor maupun pemborong yang membuat pekerjaan ini, agar dapat secepatnya menyelesaikan pekerjaan ini, tegas Chendra Suoth.

Di tempat yang lain, Saat di tanyakan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, mengatakan memang benar dari pihak sekolah sudah pernah datang melapor di kantor, dan dari pihak sekolah sudah menyurat kepada pihak penyedian jasa dalam hal ini kontraktor.

“Begitu pula Saya selaku kepala dinas sudah menyurat ke pihak penyedia jasa dalam hal ini Kontraktor, karena Sebagai mana aturan perpes No. 54 Tahun 2010, untuk pekerjaan permanen kententuan masa pemeliharaan selama 6 bulan, dan bilamana ada kerusakan yang terjadi di lapangan sudah pasti pihak penyedia jasa dalam hal ini kontraktor wajib untuk menyelesaikan kembali, apa bila selama masa pemeliharaan ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kontrak yang berlaku,” Tegas Kadis.

“Saya harapkan kepada pihak kontraktor harus secepatnya segera selesaikan kekurangan yang ada di lapangan, dan bila mana pihak kontraktor tidak melaksanakan ketentuan yang berlaku, berarti ada sanksi di dalamnya sebagaimana yang telah tertuang di dalam kontrak yang ada,” Tambah kadis.

(Ismail Arjuna)