Richard Sualang : Soal PSBB !!! Kita Lihat Dulu Kriterianya Dan Sejauh Mana Kesiapan Pemerintah

MANADO, INC — Kurang disiplinnya warga dalam menjalankan social & physical distancing dikhawatirkan akan memicu terus bertambahnya pasien positif Corona.

Hal itu pula yang mengakibatkan beberapa daerah akhirnya mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pemerintah pusat lewat Kementerian Kesehatan.

Salah satu daerah yang mengajukan PSBB dan sudah disetujui oleh pemerintah pusat adalah saudara muda Sulawesi Utara yaitu Provinsi Gorontalo..

Kalau Gorontalo bisa, tentunya memantik pertanyaan apakah Manado dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Utara juga diberlakukan PSBByang sudah ada pasien positif.

Terkait PSBB, Richard Sualang politisi PDI Perjuangan di DPRD Sulut mengatakan Soal PSBB kita liat dulu kriterianya apa sudah memenuhi syarat dan tentunya kesiapan pemerintah.

“Karena ini akan banyak tergantung dari kesiapan pemerintah provinsi dan kota kabupaten, “ujar Sualang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini juga mengatakan bahwa kordinasi antar pemerintah Provinsi dan Kota Kabupaten harus dikonsolidasikan untuk mempersiapkan semua kelengkapan pendukung jika dilakukan PSBB.

” Terlebih ada kendala kendala politis yang harus dikesampingkan terlebih dahulu, makanya kalau Pemerintah Propivinsi dan Kota Kabupaten siap untuk PSBB saya yakin masyarakat akan patuh akan aturan yang diterakan jika PSBB nantinya di berlakukan, “tukas personil Komisi IV Deprov Sulut ini.

Sementara itu Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Kumendong lewat Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr.Steaven Dandel mengatakan kajian yang dilakukan oleh Pemerintah, harus matang, mengingat penerapan PSBB harus melihat banyak faktor dan harus melihat dampaknya pada kehidupan sehari-hari.

Menurut Dandel, untuk mengajukan PSBB, Pemerintah Provinsi harus berkoordinasi dengan pemerintah di Kabupaten dan Kota, tentang kesiapan daerah dan juga dampak sosial ekonomi yang bisa terjadi.

“Perlu saya jelaskan, untuk pengajuan PSBB itu ada dua administrasi yang bisa ajukan. Maksudnya, selain Pemerintah Provinsi, pemerintah Kabupaten dan Kota juga bisa mengajukan. Ini yang saya sebut harus ada koordinasi. Kita harus tahu juga kemampuan dari pemerintah daerah,” tutur Dandel.

Dandel mengaku, dari sisi Dinas Kesehatan, pihaknya sangat mendukung PSBB ini, karena tentunya akan bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona. Namun, karena dampak PSBB juga banyak seperti dampak sosial dan ekonomi, harus ada pertimbangan yang sangat besar sebelum resmi diajukan.

“Ini perlu kajian dan pertimbangan matang. Bukan hanya langsung diterapkan tanpa melihat dampak ke depan. Ini melibatkan banyak hal. Tentang kesiapan banyak orang termasuk masyarakat itu sendiri,” tutur Dandel.

Sementara, terkait dengan Provinsi Gorontalo yang mengajukan PSBB dan langsung diterima padahal baru belasan kasus jika dibandingkan dengan Sulawesi Utara yang sudah mencapai 40-an kasus, Dandel menyebut ada pertimbangan penyebaran yang harus dilihat.

Khusus untuk Gorontalo, Dandel mengaku jika pertumbuhan kasus COVID-19 meningkat drastis hanya dalam waktu satu pekan. Selain itu, penyebarannya terjadi di seluruh Kabupaten dan Kota di provinsi tersebut. Sementara untuk Sulawesi Utara, dari 15 Kabupaten dan Kota, baru ada 7 Kabupaten dan Kota yang terdampak paparan virus ini.

“Nah ini yang kita akan kaji dan perlu koordinasi dengan daerah. Apakah PSBB itu dilakukan di daerah dengan transmisi lokal yang kasusnya besar, atau harus secara keseluruhan. Dan inilah pentingnya koordinasi untuk mengkajinya,” tandas dr Steaven Dandel.

Perlu diketahui saat ini hingga Minggu (3/5) jumlah kasus pasien terkonfirmasi COVID-19 di Sulawesi Utara sudah mencapai 45 kasus, di mana sudah 17 pasien dinyatakan sembuh dan 4 orang lainnya dinyatakan meninggal.

(Penulis : Robby Kumaat Mononimbar)