RDP dengan Dinas ESDM, Komisi III DPRD Sulut Pertanyakan Lampu Jalan

Foto: Suasana RDP Komisi III Dengan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara.

MANADO, INC.COM- Dipimpin oleh Sekretaris Komisi Yongkie Limen, Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan mitra kerja Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Sulut yang bertempat diruang rapat komisi III DPRD Sulut (selasa, 28/1-2020)

Hal yang mengemuka dalam RDP tersebut adalah terkait berapa banyak jumlah fasilitas penerangan berupa lampu jalan yang dipasang oleh Dinas ESDM dan seperti apa realisasinya karena menurut Personil Komisi lll Amir Liputo besaran, realisasi dan titik titik penempatan lampu jalan tersebut tidak sesuai dengan apa yang dibahas saat pengangaran.

“Contohnya di Malalayang ada beberapa titik tidak dipasang, harusnya sebelum pembagian dan pemasangan lampu ini diberikan kepada Kabupaten/Kota harus clear dulu sehingga saat kami mensosialisasikan pada masyarakat semuanya clear dan kami anggota dewan tidak dianggap berbohong pada masyarakat,” kata Liputo tegas.

Begitu juga menurut Liputo,”harus jelas seperti apa mekanismenya harus ada koordinasi dengan instansi terkait lain misalnya PLN.Karena pengalaman lampu yang di berikan¬† kepada masyarakat hanya dua bulan sudah tidak menyala lagi karena di putus oleh PLN karena tidak membayar bea, “tambah Amir.

Senada dengan Amir Liputo, Tony Supit politisi PDIP dapil Sangihe mengatakan, “Dinas ESDM harus mensosialisasikan dengan jelas pada anggota dewan di titik titik mana saja disetiap Kabupaten Kota, fasilitas penerangan/lampu jalan itu dipasang, “tegasnya.

Menanggapi keluhan para legislator, kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Frans Maindoka mengatakan, usulan yang disampaikan anggota DPRD Sulut akan seger ditindaklanjuti.
“kami memahami apa yang disampaikan oleh para anggota dewan, kami akan segera menindaklanjuti semuanya, “tukas Maindoka.

Sekretaris Komisi III DPRD Sulut Yongkie Limen pada INewscrime.com saat dimintai tanggapannya mengenai RDP dengan Dinas ESDM mengatakan kuncinya semua ada pada komitmen Dinas ESDM sendiri.
“Jangan pernah keluar dari apa yang pernah disepakati karena ini menyangkut wibawa anggota DPRD dan imbasnya pasti akan berdampak pada pemerintahan ODSK,”tandas Limen.(rkm)