Proyek Talud Penahan Ombak Wori Siap Di Periksa Kejari Minut

"Tanggul Penahan Ombak desa Wori,Minut"

“Tanggul Penahan Ombak desa Wori,Minut”

Airmadidi, iNewsCrime – Masalah dugaan korupsi yang terjadi pada pembangunan talud penahan ombak yang ada di Desa Wori, ternyata tidak hanya menjadi perhatian Inspektorat Minut, tapi juga Kejari Minut.

Buktinya, usai Inspektorat Minut melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut, maka Kejari Minut siap meminta hasil pemeriksaan itu. “Kami tidak bisa turun tanpa data yang jelas. Tapi jika Inspektorat sudah selesai periksa, kami akan minta hasilnya untuk ditindaklanjuti,” ujar Kasie Intel Kejari Minut, Didi SH kepada wartawan pada pekan kemarin.

Dikatakan Didi, pihak Kejari Minut akan menindak semua proyek yang berhubungan dengan dugaan korupsi. Apalagi proyek pembangunan talud pemecah ombak di Desa Wori ini menghabiskan anggaran hingga Rp250 juta dari Dana Desa tahap pertama tahun 2016 kemarin. 

“Segala sesuatu yang berhubungan dengan dugaan korupsi, itu akan menjadi target pemeriksaan kami,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu kepada wartawan menjelaskan jika pada pekan berjalan ini, pihaknya akan turunkan tim guna memeriksa keuangan 125 desa yang ada di Minut termasuk Desa Wori.

Pemeriksaan ini sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT). “Dalam melaksanakan PKPT, setiap semester Inspektorat dua kali memeriksa objek pemeriksaan (Obrik). Minggu depan (pekan ini,red) kami akan memeriksa keuangan desa selama 15 hari,” ungkap seraya menambahkan pemeriksaan keuangan desa meliputi dana desa, Alolasi Dana Desa (ADD), bagi hasil pajak dan pendapatan asli desa (PAD).

Diketahui, sebagian warga Desa Wori di Minut mulai mempertanyakan kualitas talud penahan ombak yang dibangun dari dana desa tahap pertama tahun 2016 sebesar Rp250 juta yang dibangun oleh Kumtua desa Wori.

Pasalnya, talud sepanjang kurang lebih 150 meter tersebut diduga tidak sesuai bestek karena campurannya tidak sesuai serta ketinggian talud tidak mampu menahan ombak air pasang.  Bahkan warga juga mempertanyakan proyek talud ini yang dinilai pembangunannya tidak ada musyawarah dengan masyarakat.(Sisca)