Inewscrime – Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari partai PKS, Nasir Djamil prihatin dengan adanya insiden teror yang melukai dua anggota Brimob di masjid dekat Mabes Polri, Jumat (30/6/2017) malam.

“Tentu saya prihatin dan turut berduka cita meskipun korban tidak sampai meninggal,” kata Nasir saat dihubungi kriminalitas.com, Jumat (30/6/2017).

Namun, dia menyayangkan pelaku penyerangan tersebut harus ditembak mati kepolisian. Sebab, hal itu membuat kepolisian kesulitan untuk mengungkap motif dan jaringan pelaku teror tersebut.

Terlebih, esok hari merupakan hari Bhayangkara ke 71 sehingga perlu dilacak latar belakang pelaku tersebut. Apakah pelaku memang berasal dari jaringan yang selalu mengincar kepolisian di setiap aksinya atau ada motif pribadi.

“Meskipun kami juga maunya dia bisa dilumpuhkan kaki atau tubuhnya agar bisa menjawab siapa ini orang. Dia berjalan sendiri atau bagian dari jaringan yang mengincar kepolisian karena besok kan hari Bhayangkara ke 71,” papar politisi PKS ini.

Namun, dia juga tidak bisa menyalahkan pihak kepolisian. Sebab, pelaku telah melakukan penusukan kepada dua anggota kepolisian.

Menurutnya, tak menutup kemungkinan pula bila aksi teror ini berkaitkan dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama yang tengah berada di. Jakarta.

“Bisa saja dia mencari perhatian, ada sensasinya. Tapi kan juga belum tahu, semoga aja dapat keterangan dari kepolisian,” tutupnya.

Sekadar informasi, dua anggota Brimob ditusuk teroris usai melakukan salat isya di Masjid Falatehan Peruri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akibatnya, dua polisi mengalami luka di bagian leher dan telinganya. Saat ini keduanya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pertamina.

Sementara itu, pelaku diduga bernama Mulyadi warga Cikarang, Bekasi. Hal ini diketahui dari KTP yang ditemukan di saku celana pelaku. Saat beraksi, pelaku yang saat itu mengenakan celana denim dan kemeja berwarna biru pura-pura melaksanakan salat (red)