Manado, iNewsCrime – Demi mewujudkan Kota Manado sebagai Kota cerdas yang bersih dari pedagang liar, Maka Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado menggelar penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melakukan aktifitas jual beli di daerah-daerah yang sudah dilarang oleh Pemerintah, seperti yang terjadi di kawasan Boulevard Dua.

Meski mendapat penolakan dari para pedagang kaki lima tapi kegiatan penertiban yang dilaksanakan pada Kamis (6/7/17) siang tadi terus dilakukan karena sesuai dengan kesepakatan yang diberikan Pemerintah Kota Manado sebagaimana yang telah dirapatkan oleh pihak Pedagang dan Pihak teerkait yang menjajikan bahwa, pemerintah akan membukkakan lokasi jual-beli di kawasan Tugu Lilin, namun sampai sekarang janji itu tidak pernah ada.

“Waktu lalu pernah menggelar rapat bersama dengan pimpinan Gereja yang mana kami diperbolehkan melakukan aktifitas jual-beli di kawasan Boulevard dua ini mulai pukul 16:00 Wita sampai selesai, dan pada pagi hari tenda-tenda pedagang sudah dibongkar kembali, jadi tidak ada aktifitas jual-beli di siang hari. Tapi kenyataannya sekarang ada Kegiatan Penertiban yang tidak ada pemberitahuan atau informasi terlebih dahulu kepada kami sebagai pedagang yang pernah melakukan perjanjian dengan Pemerintah, dan sekarang secara mendadak langsung ditertibkan” Ungkap salah satu pedagang di lokasi tersebut.

Tidak hanya itu saja pedagang yang lain juga mengeluhkan yang mana pernah dijanjikan Pemerintah setampat untuk menjadikan Tugu Lilin sebagai Lokasi Wisata Kuliner Kota Manado, dan mereka akan memperoleh stand-stand makanan para pedagang tersebut. ” Pemerintah pernah menjanjikan kepada kami para pedagang untuk menjadikan Tugu Lilin sebagai Wisata Kuliner Kota Manado, terus kami bisa mendirikan stand makanan kami di lokasi tersebut,namun pada kenyataanya sampai sekarang tidak pernah ada yang dijanjikan tersebut” Keluh para pedagang yang tidak mau di publish identitasnya.

Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Tata Laksana Ketrentraman dan Kertertiban Umum (Kabid Talaktibum) Deddy Nalle, serta gabungan Tim Terpadu Kota Manado yang berjumlah kurang lebih seratus personil, dan insan media yang ikut serta dalam peliputan Penertiban. (Rey)