Beranda » Post » Perda Covid -19 di Sahkan, OD Apresiasi DPRD Sulut Setelah Tujuh Tahun Tak Hasilkan Peraturan Daerah

Perda Covid -19 di Sahkan, OD Apresiasi DPRD Sulut Setelah Tujuh Tahun Tak Hasilkan Peraturan Daerah

Gubernur Sulawesi Utara Bersama Wakil Ketua DPRD Sulut dr Andy Silangen Usai Menandatangani Perda Covid-19 Sulawesi Utara.

SULUT, INC – Setelah melewati pembahasan yang cukup panjang dan alot oleh Pansus DPRD Sulut, Ranperda Covid-19 akhirnya disahkan menjadi Perda lewat Rapat Paripurna DPRD Sulut pada Selasa (18/5-2021).

Dikatakan oleh Mecky Kakhin Pangemanan Wakil Ketua Bapemperda DPRD Sulut bahwa setelah disahkan Perda Covid-19 ini, masyarakat baik perorangan maupun pelaku usaha dan pengelola serta penanggungjawab tempat dan fasilitas umum dituntut untuk mematuhi aturan yang tertulis dalam Perda tersebut.

Hal -hal yang wajib dilakukan bagi perorangan:

Menggunakan APD berupa masker yang menutup hidung dan mulut hingga dagu pada saat keluar rumah, kecuali sedang makan dan atau berolahraga.
Mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir.
Melakukan pembatasan interaksi fisik paling rendah 1,5 meter.
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih.
Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penanggungjawab atau penyelenggara tempat dan fasilitas umum diwajibkan:

Melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan penggunaan berbagai informasi untuk memberikan pengertian dan pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19.
Menyediakan sarana cucui tangan pakai sabun yang mudah diakses dan memenuhi standar atau penyediaan cairan pembersih tangan.
Melakukan upaya identifikasi dan pemantauan kesehatan bagi orang yang akan beraktivitas di lingkungan kerja.
Melakukan upaya pengaturan jaga jarak.
Melakukan pembersihan dan disinfeksi lingkungan secara berkala.
Penegakan kedisiplinan pada perilaku masyarakat yang berisiko dalam penularan dan tertularnya Covid-19.
Fasilitasi deteksi dini dalam penanganan kasus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Jika melanggar prokes sebagaimana diatur dalam Perda tersebut, dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran (lisan dan tulisan), sanksi administratif dan pencabutan izin usaha.

Ditegaskan juga untuk denda pelanggar prokes (protokol kesehatan) mulai dari terkecil Rp50 ribu sampai Rp3 juta. Pada Pasal 13 disebut denda administratif bagi perorangan paling sedikit Rp50 ribu atau paling banyak Rp250 ribu. Sedangkan untuk pelaku usaha, denda paling sedikit Rp300 ribu dan paling banyak Rp3 juta, sampai pada pencabutan izin usaha.

Bab VII Perda juga mengatur soal ketentuan Pidana. Pada Pasal 17 disebut:

Setiap orang yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a angka 1, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 hari atau denda paling sedikit Rp100 ribu dan paling banyak Rp200 ribu.

Sedangkan untuk setiap pelaku usaha sebagaimana diatur dalam poin nomor 2, bahwa pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat, dan fasilitas umum yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b angka 2, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 hari atau denda paling sedikit Rp500.000 dan paling banyak Rp5.000.000.

Perda ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyebaran Covid-19, meningkatkan kepatuhan masyarakat, penanggungjawab, pengelola fasilitas umum terhadap penerapan prokes dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat Covid-19 dan memberikan efek jerah bagi setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Hal menarik disampaikan Gubernur Olly Dondokambey yang hadir dalam rapat paripurna tersebut orang nomor satu di Sulawesi Utara ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPRD, dengan berharap di kemudian hari, DPRD akan produktif menghasilkan Perda yang berkaitan dengan kepentingan publik.

“Ini yang pertama setelah tujuh tahun tak ada Perda inisiatif. Dan ini patut diapresiasi,” tukas Gubernur.

(**/Robby)