“Penutupan Bandara Dan Pelabuhan”, Berikut Tanggapan Anggota DPRD Sulut

MANADO, INC- Terkait kondisi terakhir Sulawesi Utara dalam penanganan Covid-19 mulai dari upaya Pemerintah hingga reaksi warga yang menginginkan penutupan Bandara karena khawatir akan semakin banyak pembawa virus datang ke Sulawesi Utara ditanggapi beragam oleh para legislator di DPRD Sulawesi Utara.

Seperti dikatakan oleh Viktor Mailangkay Wakil Ketua 1 DPRD Sulawesi Utara, politisi partai Nasdem ini mengingatkan masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal dirumah.

“Namun jika terpaksa harus keluar rumah, maka jaga jarak dan pakai masker serta hidup sehat setiap hari, mengenai Bandara dan Pelabuhan ditutup atau tidak alangkah baiknya masyarakat tetap mendukung kebijakan pemerintah,”tegas Mailangkay.

Senada dengan Mailangkay, Richard Sualang personil Komisi 4 DPRD Sulut mengatakan perlu pertimbangan dari berbagai sisi untuk penutupan bandara.
“Perlu kajian yg baik, lagipula itu kewanangan pusat. Sebaiknya yang diperketat yaitu Rapid Tes buat pendatang dari zona merah juga harus didata alamatnya supaya bisa dikontrol sebagai ODP, “kata Putra sulung mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara mendiang Freddy Harry
Sualang.

Sedikit berbeda dengan dua seniornya, Personil Komisi 4 lainnya Melky Jakhin Pangemanan mengatakan respon masyarakat adalah bentuk kepedulian terhadap daerah.
” Saya kira respon masyarakat adalah rasa kepedulian terhadap daerah dan bentuk kewaspadaan yang harus dihargai,”ujar Melky.

“Oleh karena itu Pemerintah Provinsi harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Utara dengan mengkonsultasikan segera perihal tuntutan masyarakat tersebut kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemenhub yang memiliki kewenangan tersebut dengan tentunya pertimbangan yang matang dan memberi jaminan bagi keamanan dan kenyamanan rakyat Sulawesi Utara,”ujarnya menambahkan.

Diketahui, hingga berita ini diturunkan terkonfirmasi ada 8 orang positif corona di Sulawesi Utara 2 diantaranya telah meninggal dunia. (Robby Kumaat Mononimbar)