Pemecah Ombak Jadi Tempat Hunian Dan Usaha, Tokoh Tokoh Masyarakat Minut Pertanyakan Sikap Pemerintah

Foto: Rumah Hunian Di Sekitar Pemecah Ombak Serta Kapal Kapal Nelayan Yang Di.Tambatkan Di Sekitar Pemecah Ombak

MINAHASA UTARA- Beralihnya fungsi dari proyek pemecah ombak Likupang dua kecamatan Likupang Timur menjadi tempat hunian dan usaha di atas projek pemecah ombak dipertanyakan oleh sejumlah tokoh yang terdiri dari:

1. Tokoh Adat Lokal Aliansi Doyot Linekepan (ADL) dr.James Lengkong.
2. Tokoh Masyarakat Tanah Linekepan/ Likupang Bpk.Denny Rondonuwu.SH
3. Tokoh Politik Tanah Linekepan/ Likupang Bpk.Herman Papia.
4. Tokoh Pemuda Tanah Linekepan/ Likupang Tonny Rondonuwu.

Dalam pernyataan sikap bersama mereka mempertanyakan masyarakat siapakah yang mengijinkan mereka tinggal dan berusaha di areal diatas pemecah ombak ini.

Foto: Rumah Rumah Yang Dibangun Di Sekitar Pemecah Ombak.

Menurut mereka, areal tersebut adalah area bebas terbuka bukan areal hunian dan usaha masyarakat atau kelompok tertentu dan amat miris lagi tempat tersebut jadi tempat merapatnya taxi-taxi laut antar pulau yang akan menuju ke Likupang.

“apakah sudah tidak ada tempat lain untuk tinggal dan berusaha selain diatas pemecah ombak.

“Dalam hal imi pemerintah harus adil dan jangan tebang pilih dalam menerapkan aturan,” pungkas para tokoh.(**)