Pasca Debat Capres Babak Kedua, Ini Tanggapan Jems Tuuk

INewscrime.com- Debat capres yang berlangsung pada hari minggu 17/01-2019 ditanggapi secara objektif oleh Anggota DPRD Sulawesi Utara Jems Tuuk.

Dikatakan oleh legislator PDIP dapil Bolmong ini closing statement menyatakan saya hanya takut kepada Allah dan tidak takut kepada siapapun, menunjukan bahwa Pak Jokowi jujur dalam memimpin dan Sangat percaya diri dengan apa yang sudah dan akan dikerjakan nanti.
Masage ini sekaligus disampaikan dengan tegas kepada lawan politiknya bahwa anda semua terlalu kecil dihadapan saya dan saya tidak takut sama anda semua

Selain itu juga menurut Tuuk, Jawaban Pak Jokowi, selalu menyajikan data yang akurat sehingga Pak Prabowo tidak memiliki ruang lebih besar untuk mempertanyakan apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi.

Menurut Tuuk, Prabowo adalah Capres yang jujur. Beliau mengakui kepemilikan tanah seluas 220.000 ha di Kalimantan dan 120.000 ha di Aceh.
Pengakuan jujur seperti ini saya beri apresiasi.

Namun, disisi lain menurut Tuuk Prabowo Kelihatan kurang Percaya diri, karena tidak menjadi dirinya sendiri.
“saya tidak tahu mengapa demikian) apakah ada setingan khusus dari para penasehat kampanye dan tim pemenngan,”ujarnya.

Prabowo juga dikatakan tidak memiliki program yang benar benar pembeda dari Program Petahana, sehingga lebih banyak menyetujui dengan program Pak Jokowi.
“terkesan Prabowo miskin Ide, berdampak pada miskin program. Sehingga lebih bnyak menyetujui atau menyatakan sama dgn program Pak Jokowi,”tukasnya.

Berkaitan dengan hal yang diungkapkannya diatas Tuuk mengambil kesimpulan bahwa pada debat kedua adalah final kampanye Pilpres. Dan menurut Tuuk Pak Jokowi akan memenangkan Pilpres 17 April 2019.

Bukan tanpa alasan Tuuk mengungkapkan hal diatas karena menurutnya secara umum debat ini menunjukan kejujuran kedua kandidat.
“Program Pqk Jokowi sangat jelas dan terukur dibandingkan Pak Prabowo,panggung debat dikuasai oleh Pak Jokowi jadi Score 2 : 0,”tukasnya lagi.

Dibagian akhir analisanya Tuuk mengatakan pada debat tersebut Kedua Kandidat berjanji akan membangun Pertanian, Perikanan dan menciptakan laoangan kerja namun sayang sekali kedua kandidat tidak memiliki program terkait Tambang Rakyat atau tambang tradisional.

Keduanya lebih banyak berbicara pertambangan scala besar dengan Amdal dan saksinya. Saya berharap Pemerintah periode Pak Jokowi di periode kedua akan mengurus tambang rakyat seperti Petani dan Nelayan.

Menurutnya memiliki Kementrian Tambang Rakyat di Pusat dan Dinas Tambang Rakyat di Prop dan Kab Kota. Sebab penghasilan tambang Rakyat sangat besar lebih besar (jika diurus) kontribusi dari perusahan tambang emas saat ini, dengan Freeport seklipun. Saya berharap negara harus mengurus penambang rakyat bukan hanya para kaum Kapitalisme Pertambangan.
“Untuk yang satu ini Pemerintah masih alpa,”pungkas dia.

(***)