Panah Wayer Jadi Kado Ulang Tahun ke-17

Proses Mediasi kedua kubu yang bertikai oleh Kapolsek Airmadidi AKP Edi Susanto

Proses Mediasi kedua kubu yang bertikai oleh Kapolsek Airmadidi AKP Edi Susanto

Kawangkoan baru, iNewsCrime -Perkelahian antar kampung (Tarkam) kembali terjadi di Desa Kawangkoan Baru dan Desa Kalawat dan mengakibatkan Budi Suarno (17) Warga Kawangkoan Baru Kecamatan Kalawat terkena Panah Wayer di kaki kanan Korban. Kamis(23/2) sekira pukul 03.00 Wita.

Dari informasi yang dirangkum media ini awalnya puluhan anak muda berkumpul di rumah korban yang saat itu berhari ulang tahun yang ke-17 sambil berpesta kecil-kecilan ala anak-anak kampung.

Saat acara HUT selesai rekan-rwkan korbanpun mulai berpamitan hendak pulang kerumah masing-masing, korban mendengar ada salah satu temannya yang dari malalayang dicegat oleh teman kampung sebelah korban.

Seketika korbanpun keluar rumah dengan tujuan hendak mendamaikan atau mekisahkan rekan korban yang dicegat anak kampung sebelah dan membiarkan temannya itu pulang. Tiba-tiba dalam perjalanan korban terkena panah wayer dan tertancap dikaki kanan korban.

“Saya saat itu berada di rumah korban bersamanya, kemudian kami mendengar ada tamu korban yang sepulang acara dicegat oleh teman kampung sebelah, tanpa menunggu lama teman saya (korban,red) langsung menuju tempat tersebut, sekira 10 meter dari tempat kejadian, korban berteriak terkenah barang tajam (Panah Wayer)” ungkap salah satu teman korban yang saat itu masih berada di seputaran lokasi kejadian.

Sementara itu Kepolisian Sektor Airmadidi mempertemukan dua kelompok yang bertikai dan tawuran pada malam kejadian tersebut. Mediasi yang di lakukan di Aula Kantor Desa Kawangkoan baru ini mempertemukan dua kelompok dari desa kalawat dan desa kawangkoan baru.

Korban yang terkena panah wayer

Kapolsek Airmadidi AKP Edi Susanto turun langsung dan mempertemukan dua kelompok yang bertikai ini menyatakan bahwa maksud dari mediasi ini adalah untuk mencari akar permasalahan,agar dapat di ketahui, karena insiden tersebut sudah memakan korban yang saat ini dirawat di RS. Prof Kandouw Malalayang akibat panah wayer yang bersarang dikaki kanannya.

” Yang melakukan tindak pidana akan tetap kami tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku sebab kami tidak main main dengan masalah senjata tajam. Kami berusaha melakukan pencegahan dengan melakukan mediasi ini sebab sebagian besar pelaku tawuran ini adalah anak baru gede ( ABG )” ujar Kapolsek.

Edi Susanto juga menghimbau kepada para pelaku tawuran ini agar merubah kelakuan mereka dan berusaha menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga serta masyarakat di mana mereka tinggal “Saya harapkan kalian-kalian ini bisa berubah dan jangan melakukan hal yang sama lagi, berusahalah mencari pekerjaan agar tidak nganggur dan berbuat kegaduhan dalam desa jadilah orang muda yang berguna bagi keluarga dan masyarakat sekitar kalian” Tukas Susanto (Sisca)