Beranda » Post » Oknum Perwira Polda Diduga Terima Suap Narkotika,BNN Pusat : Hasil Pemerikasaan Kami Telah Terjadi Penyalahgunaan Wewenang

Oknum Perwira Polda Diduga Terima Suap Narkotika,BNN Pusat : Hasil Pemerikasaan Kami Telah Terjadi Penyalahgunaan Wewenang

Foto (ist) : Ilustrasi  

MANADO,INewscrime.com–Oknum pejabat Polda Sulut yang di–BKO (dibawah komando operasi) Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut AKBP JT alias John diduga menerima suap. Dugaan suap itu disampaikan narapidana Reymond Waney (51), setelah dimintai keterangan penyidik BNN pusat, akhir Februari lalu di Rumah Tahanan Klas IIA Manado. Perwira menengah yang pernah memimpin penggerebekan di Rutan Manado ini, ditengara membebaskan lima orang yang di tangkap di Hotel Aryaduta Manado, pada 9 Juli 2018 silam. “Saya sampaikan ke BNN pusat, yang mengambil keterangan saya, bahwa ini tukar kepala atau barter tersangka. Lima orang dilepas termasuk satu perempuan dengan syarat saya dijebak. Tentu itu bukan gratis, ” ungkap Reymond, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalau, di Rutan Manado.

Dua kali pertemuan dengan personil BNN pusat, Reymond mengaku sempat membaca dan mengamati foto barang bukti berupa narkotika jenis sabu, bong termasuk foto lima tersangka dan oknum JT dalam dokumen BNN. “Pertanyaan sekarang dimana lima orang itu. Milik siapa sabu dan bong itu? Sementara saya dijebak Rudy dan ditangkap di parkiran Aryaduta tanpa bong. Saya ditangkap, lalu Rudy yang membawa sabu dan menggoda saya dengan perempuan menuju hotel malah menghilang dari tangan polisi, ” beber Reymond.

Ia memerinci ihwal penangkapan itu. Pada malam 9 Juli, oknum RM alias Rudy menuju rumahnya. Di sana sambil menunjukan satu paket sabu, Rudy mengajak Reymond ke hotel. Konon ada satu perempuan pemilik sabu dan sejumlah pria di hotel. Reymond menuruti tawaran Rudy dan keduanya menuju hotel. Saya tiba di parkiran hotel keduanya langsung digerebek BNN Sulut. Rudy kabur dan Reymond diproses tunggal dengan Pasal 114 ayat 2 tentang upaya mengedarkan. Belakangan lima tersangka yang ternyata pemilik sabu malah tidak diproses. “Permintaan keterangan BBN pusat itu menguatkan kecurigaan saya tentang dugaan suap. Koq segampang itu Rudy cs dan perempuan yang membawa sabu dari Jakarta bebas. Malah saya yang menanggung dengan pasal pengedar. Edar ke siapa? Rudy bawa sabu dan bujuk saya, lalu saya yang terima pasal pengedar, ” protes Reymond.

Ia menuntut BNN dan Mabes Polri untuk mengusut tuntas dan terbuka atas kasus yang menyeret nama perwira berkepala plontos itu. “Ini dang tu bilang Revolusi Mental? Sipil ditangkap lalu dipukul hampir mampus, aparat malah bermain kotor, ” singgung Reymond.

Dari keterangan Raymond, Informasi yang dia terima bahwa JT sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan disidangkan 16 Maret. “Saya sudah tanda tangan sebagai saksi di atas meterai. John akan sidang 16 Maret, ” tandas Reymond.

Berdasarkan keterangan Dedy dari BBN pusat yang di wawancarai wartawan INewscrime.com via Telepon mengatakan, bahwa telah terjadi penyalahgunaan wewenang oleh Kabid brantas.” laporan kita untuk ke BNNP Sulut, nanti rekomendasinya saya limpahkan ke Polda untuk dilakukan sidang. Nanti hasil sidang intinya menjadi pembelaan si Raymond. kalau pihak kami tidak menetapkan tersangka, intinya hasil yang kita dapatkan di lapangan kita laporkan ke pimpinan, dan sudah saya sampaikan itu ke Raymond,” ujar Dedy BNN Pusat. (***/Red)