Oknum Pejabat Minut Minta Uang Pelicin Dari THL

Ilustrasi pungutan liar

Airmadidi, iNewsCrime – Penegasan Bupati Minahasa Utara Vonny Anneke Panambunan jangan ada Pungutan Liar (pungli) terhadap Tenaga Honorer Lepas (THL) di Pemkab Minut, ternyata dilanggar oleh salah satu oknum pejabat.

Buktinya, masih ada THL yang mengaku dimintai uang pelicin demi penempatan yang sesuai dengan kemauan honorer yang bersangkutan. “Memang ada oknum pejabat yang meminta uang kepada saya dengan iming-iming siap ditempatkan di tempat kerja yang saya inginkan,” ujar salah seorang THL Minut yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada wartawan, Selasa (22/2) siang.

Karena tidak ingin dirinya ditempatkan di tempat lain, lanjutnya, maka dirinya pun langsung menyetorkan sejumlah uang yang diinginkan oleh Oknum pejabat tersebut.

Bahkan tak tanggung-tanggung uang yang diberikan sebanyak Rp2 juta kepada oknum pejabat tersebut. “Saya takut akan ditempatkan lokasi kerja jauh, jadi saya ikuti keinginan oknum pejabat itu. Bahkan uang tersebut sudah saya serahkan sejak akhir tahun kemarin,” ungkapnya.

Ketua tim Saber Pungli ,yang juga Wakapolres Minahasa Utara Kompol Joyce Wowor SIK”

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Minut yang juga Wakapolres Minut Kompol Joyce Wowor Sik meminta agar THL yang merasa dirugikan oleh oknum pejabat Pemkab Minut segera melapor. Atas laporan THL ini, maka TIM Saber Pungli akan melakukan penyelidikan. “Jika benar adanya laporan THL itu, maka kita akan lakukan penyelidikan. Untuk itu saya minta agar THL jangan sungkan-sungkan melapor jika ada pejabat yang nakal,” katanya.

Dukungan dan laporan masyarakat, sangat diperlukan untuk menunjang kinerja pemerintahan yang bersih sesuai dengan perintah dari Presiden RI Jokowi. “Kami sangat mengharapkan laporan masyarakat agar masalah pungli ini bisa kami berantas,” tambahnya wowor

Sebelumnya, Pemkab Minut mengangkat sebanyak 2000 THL untuk ditempatkan sebagai tenaga fungsional guru, tenaga medis dan Satpol PP. Oleh Bupati sendiri menegaskan agar THL Minut jangan dibebankan dengan pungutan dari pejabat.
(Sisca).