MIRIS!!!!! RAANAN BARU INDUK KECAMATAN MOT-BAR TAPI MINIM PERHATIAN DARI PEMKAB MINSEL.

INewscrime, Minsel – Miris!!!! itulah kata yang Patut di sematkan jika melihat kondisi desa Raanan Baru yang merupakan induk dari Kecamatan Motoling Barat ini.
Tidak seperti induk Kecamatan lainnya, desa Raanan Baru terkesan kurang diperhatikan oleh Pemkab Minsel buktinya akses jalan utama yang menghubungkan desa tersebut kondisinya rusak parah dan sering terjadi longsor.
Dikatakan oleh beberapa warga  Akibat seringnya terjadi longsor warga jadi takut melintas pada ruas jalan yang menghubungkan desa Raanan baru dan desa Motoling ini. Belum lagi waktu dan energi yang terserap untuk bekerja bakti, “kalau mau jujur kerugian kami bukan hanya waktu dan tenaga tapi juga sudah mencakup pada materil, “ujar Boy Masengi warga setempat saat di mintai tanggapannya.
Menindaklanjuti laporan dari warga Desa Ranaan Baru, Kecamatan Motoling, terkait dengan bantuan bencana tanah longsor  yang tak kunjung direalisasikan  Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kunjungan kerja. Kamis (8/06) siang.
Komisi III yang dipimpin langsung ketua komisi III Dra Adriana Dondokambey didampingi anggota Felly Runtuwene SE, Yudi Moniaga, SE dan Ayub Ali, memantau dari dekat beberapa titik lokasi bencana longsor di desa tersebut.
Ada hal menarik dalam Kunker tersebut di sampaikan oleh ketua komisi III Deprov Sulut  Dra. Adriana Dondokambey di dapatkan informasi bahwa ternyata BPBD Propinsi sudah turun dan memantau serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Minsel, namun BPBD kabupaten yang tidak tanggap bahkan peka dalam mencermati kondisi masyarakat.
Dodokambey juga menyampaikan dengan kunjungan ini maka pihaknya akan mengawal agar aspirasi ini langsung dilaporkan ke pusat dan dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Hukum Tua Desa Raanan Baru Rudi Kodongan, menjelaskan bahwa ada sedikitnya 5 titik longsor yang terjadi di pemukiman warga, bahkan ada puluhan KK yang di ungsikan akibat longsor.
Selain itu ada juga longsor besar yang menutupi akses jalan utama Motoling Raanan sehingga masyarakat bersama sama bergotong royong untuk membersihkan jalan dari Longsoran tanah.
Kedatangan Komisi III Juga di manfaatkan oleh warga untuk curhat pada para wakil rakyat. Dalam curhatan nya meteka mengatakan bahwa para pejabat hanya menjadikan lokasi longsor sebagai tempat selfie (foto diri), namun hingga saat ini tidak realisasi dari hasil selfie selfie mereka,”ungkap warga pada para legislator.
Abri Runtunuwu salah seorang  tokoh masyarakat Raanan Baru berkata inilah wajah Minsrl secara keseluruhan di mana menurutnya pencitraan terjadi di sana sini terhadap Kepala Daerah namun disisi lain masyarakat masih banyak mengalami ketidakadilan.
Hal tersebut menurut Felly Runtuwene personil komisi 3 Deprov Sulut di akibat kan tidak adanya keterwakilan warga pada kursi legislatif di Dekab Minsel, yang mengakibatkan tidak ada yang mengawal kepentingan dari desa yang juga merupakan induk dari Kecamatan Motoling Barat ini.
Dalam Kunjungan komisi III DPRD Sulut ini juga didampingi BPBD provinsi yakni, kepala sub Bidang Penanggulangan Pengungsi Ir. Tommy Tengko.
(Tim Raka/Roby)