Milisi Waraney, Ormas Adat dan Komunitas Adat Budaya Siap Kawal Tabligh Akbar Karame

Manado- Dalam rangka pelaksanaan Doa untuk Bangsa dan Negara Pasca Gempa Tsunami Palu, Donggala, dan Sigi dirangkaikan dengan Haul ke- 7 dari Al Habib Ali bin Abdurahman bin Smith yang akan diselenggarakan pada Senin tgl 15 Okt 2018 pukul 18.30 Wita, di Mesjid Habib Alwi bin Smith Kel. Karame Kota Manado.
Ormas Adat Milisi Waraney Tanah Toar Lumimuut Panglima Rudi Tendean, Ketua Charles Ingkiriwang melalui Sekjen Allan Parinusa, S.Sos, MAP mengatakan siap mengawal Tabligh Akbar ini, karena Sulut adalah daerah yang pluralismenya sangat tinggi di Indonesia.

Lanjut dikatakan, karena kegiatan ini melibatkan tokoh-tokoh agama dari luar Sulut maka sudah menjadi kewajiban kami untuk mengawal dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apalagi upaya-upaya lain yang dapat berpotensi instabilitas di daerah ini.

“Kami juga bersama beberapa elemen masyarakat adat dan komunitas adat budaya akan memantau langsung dilapangan apabila dalam tabligh tersebut ditemukan hal-hal yang mengandung Ujaran Kebencian terhadap keyakinan yang lain dan berpotensi ingin memecah belah warga masyarakat Sulawesi Utara khususnya Manado dan sekitarnya, maka kami Ormas Adat Milisi Waraney Tanah Toar Lumimuut tidak akan segan-segan untuk membubarkan kegiatan tersebut, tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tindak lanjut pengamanan adalah wewenang aparat kepolisian daerah Sulawesi Utara untuk itu kami akan melakukan koordinasi dengan aparat untuk sama-sama menjaga dan mengantisipasi agar kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan supaya tidak mengganggu stabilitas keamanan di Wilayah Kota Manado, pungkasnya. (***)