Merasa dicuekin, Warga Desa Perjuangan dan Posilagon Curhat ke Jems Tuuk

Bolmong, iNC.com– Serap aspirasi di masa Reses II tahun 2018 oleh Anggota DPRD Sulut sejak tanggal 23 Agustus lalu. Tiap Anggota dewan diwajibkan kembali ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Itu pula yang dilakukan Anggota DPRD Sulut, Ir.Julius Jems Tuuk.
Saat melakukan reses di dua titik yakni Desa Perjuangan dan Desa Posilagon Induk Kecamatan Pinolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Senin (27/8/2018), warga menyampaikan banyak aspirasi. Bahkan, warga merasa bila selama ini pemerintah seolah “menganaktirikan” daerah tersebut.

Seperti dikatakan Jefry Wullur salah satu warga di Desa Posilagon Induk. Hingga kini, masyarakat masih terisolasi dengan tidak tersentuhnya jaringan telepon apalagi signal internet.

“Kalau bisa ada tower di sini. Kami tidak bisa mengakses berita dari luar daerah akibat tidak adanya jaringan telepon dan internet,” tutur dia di reses.

Selain itu, warga pun keluhkan ketersediaan air bersih. “Memang, di sini ada sumur, tapi kami juga ingin merasakan adanya air bersih, segarnya air gunung,” ucap Wullur.

Lain lagi aspirasi yang disampaikan warga lainnya. Daerah yang mata pencaharian utama selain bertani adalah menangkap ikan atau nelayan. Untuk itu, dibutuhkan bantuan dari pemerintah berupa perahu katinting.

Sebelumnya juga, saat reses di Desa Perjuangan warga menyampaikan aspirasi terkait mesin tempel, pengadaan bibit udang lobster, tenaga medis yang masih kurang, mesin paras, alat semprot hama, box pendingin tempat penyimpanan ikan dan infrastruktur jalan.

Bukan hanya itu, kekuatiran warga pesisir pantai ini akan bencana alam, sehingga disampaikan pula kepada Politisi PDIP ini terkait abrasi pantai untuk tiga desa yaitu, Desa Perjuangan, Desa Posilago dan Desa Iligon.

Menanggapi itu, Tuuk mengatakan akan menindaklanjuti dan meneruskan kepada instansi terkait. Namun demikian, ada aspirasi yang jadi kewenangan pemerintah provinsi dan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Tuuk juga mengingatkan, bahwa bentuk bantuan pemerintah tidak dalam bentuk tunai, sehingga diimbau agar warga menyiapkan proposal untuk disampaikan kepada dinas terkait.

“Semua harus dalam bentuk proposal, dan akan dimasukkan ke dinas terkait,” tandas Tuuk.

Turut hadir direses tersebut, Sangadi Desa Perjuangan, Maturende Genos, Kepala Seksi Biro Pemerintahan Desa Victor Bawole, aparat desa dan Tokoh Agama, Pdt. Abet Negoh. Anggota DPRD Sulut Ir.Julius Jems Tuuk dalam melakukan reses didampingi dua staf DPRD Sulut, Vence Londong dan Linda Polii. (RKM)