Kurang Tenaga Penyuluh Pertanian, Tommy Sako Minta Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian di Bolmong

Foto: Hanafi Tommy Sako Saat Rapat Dengar Pendapat di DPRD Sulut. 

INEWSCRIME.COM, MANADO -Kurangnya tenaga penyuluh pertanian di Sulawesi. Utara di tengarai sebagai salah penyebab sulitnya swasembada pangan di Sulawesi Utara.

Hal tersebut terungkap saat rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD Sulawesi Utara dengan Badan Kepegawaian Daerah Selasa, 29/01-2019.

Terungkap dalam pertemuan tersebut hanya ada 18 orang tenaga penyuluh pertanian. Hal itu menjadi perhatian Hanafi Tommy Sako personil Komisi I dari Partai Golkar dapil Bolmong.

“Saya sudah sampaikan kepada kepala BKD apa yang menjadi keluhan para petani di Sulut khususnya dapil saya yakni Bolaang Mongondow Raya, yakni  kurangnya tenaga penyuluh. Dan sudah  disampaikan bahwa tenaga fungsional penyuluh pertanian  di Sulut ternyata hanya sebanyak 18 orang. ”ujar Hanafi.

Pada Temposulut. com, “Tommy” sapaan akrabnya berharap pemerintah provinsi dapat mempertimbangkan untuk menambah tenaga penyuluh khususnya di wilayah Bolmong Mengingat besarnya potensi pertanian yang ada di wilayah Bolaang Mongondow.

“ Saya berharap  kedepan,  khususnya program perekrutan CPNS maupun P3K untuk tahun  2019 BKD dapat memperhatikan penerimaan  tenaga penyuluh pertanian sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dan pemerintah  yakni swasembada pangan bisa terwujud.” harapnya.

Saat dikonfirmasi pada kepala Dinas Pertanian  dan Peternakan Sulut Ir. Novly Wowiling hal yang berbeda Justru disampaikan bahwa jumlah tenaga penyuluh yang dimiliki saat ini sebanyak 946 orang yang disebar di semua kabupaten/kota.

Meski diakuinya  jumlah tersebut untuk membangun Pertanian di Sulut masih kurang sebab  idealnya satu desa memiliki satu penyuluh pertanian, namun hingga  saat ini  belum terealisasi  karena untuk memenuhi harapan tersebut berkaitan  erat dengan masalah pembiayaan.

“ Kan penyuluh itu juga sebagai PNS, berarti berkaitan dengan pengangkatan.  Selain PNS ada juga THL, semua ini berkaitan dengan masalah pembiayaan yang dibatasi kuota atau jumlah. Sulut sediri secara keseluruhan terdapat kurang lebih 1800 desa. Idealnya kalau pendekatan satu desa satu penyuluh berarti diperlukan 1800 tenaga penyuluh, namun kembali lagi ke pembiayaan sehingga belum terpenuhi semuanya “ terang Wowiling

Meski demikian pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan  petani dengan menempatkan tenaga penyuluh di setiap kecamatan  “ Untuk beberapa kecamatan yang memiliki potensi, kami menempatkan lebih dari 2 orang , hanya saja memang belum efektif, sebab ada satu kecamatan  memiliki 10 Desa sementara tenaga penyuluhkita yang ada yang ada saat ini sekitar 946 berarti masih kekurangan  854 tenaga untuk memenuhi 1800 desa namun karena kondisinya seperti itu mau tidak mau harus dimaksimalkan. “ urai Wowiling.

(Robby)