Kuliti Dinas Sosial, Karinda Cs Minta Data Ril Angka Kemiskinan & Keluarga Miskin

James Karinda Saat Memimpin RDP dengan Dinas Sosial Provinsi Sulut dengan Komisi IV DPRD Sulut 

INewscrime. com-Tekad pemerintah Provinsi Sulawesi  utara dalam menekan angka kemiskinan mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Para legislator penghuni Gedung Cengkih mempertanyakan sejauh mana langkah pemerintah menjawab nasib masyarakat kurang mampu.

Persoalan ini ‘dikuliti’ Ketua DPRD Sulut, James Karinda, saat hearing bersama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulut. Ia meminta data sejauh mana pencapaian pemerintah dalam rangka menjawab program operasi daerah selesaikan kemiskinan. Apalagi masalah ini jadi prioritas kerja Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. “Tolong digambarkan data kemiskinan saat ini dari dinas sosial. Ada berapa banyak. Baik data statistik maupun dinas sosial,” ungkap Karinda, saat rapat dengar pendapat, Rabu (24/10), di ruang komisi IV.
Menurutnya, bila data itu diketahui maka akan gampang untuk membuat program-program bagi masyarakat. Begitu pula penyaluran bantuannya akan jelas siapa yang berhak menerimanya. “Kalau tidak ada kita bingung siapa yang akan diberi. Kami minta data ril angka kemiskinan dan keluarga miskin. Ini sudah masuk tahun ke tiga pemerintahan ODSK. Harus ada sesuatu yang dirasakan masyrakat dari program ini,” kata politisi Partai Demokrat ini.
“Kalau kita keluarkan anggaran kira-kira perubahannya seperti apa. Supaya kita tahu. Karena ini program unggulan ODSK. Jadi harus kita lihat,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos Provinsi Sulut, Rinny Tamuntuan mengatakan, angka kemiskinan terjadi penurunan.Tahun 2016 berada di 8,98 persen, turun di tahun 2018 menjadi 7,9 persen. “Di dalamnya ada program-program yang telah dilakukan untuk menekan angka ini seperti keluarga harapan, program prioritas Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan, Rumat Tinggal Layak Huni (RTLH) serta bantuan-bantuan lewat Kelompok Usaha Bersama,” jelas Tamuntuan.
Khusus bantuan RTLH di tahun 2016 ada 399 unit dan di tahun 2018 ada 238 unit. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di tiap tahun ada 255 unit untuk RTLH. “Kita harapkan nanti di tahum 2020 angka kemiskinan akan turun menjadi 6 koma sekian persen,” tegas Tamuntuan. (***)