KPK Tak Bertaring Barang bukti OD di KPK Telah Dikembalikan

KLARIFIKASI : Staf pribadi Olly Dondokambey Victor Rarung saat menerima pengembalian barang bukti dari KPK. foto : ist)
MANADO – Mantan wakil ketua Badan Anggaran DPR RI yang kini menjadi Gubernur Sulut Olly Dondokambey menanggapi kasus Hambalang yang menyeret namanya dengan cara memperlihatkan berita acara pengembalian barang bukti (barang bukti) Selasa (07/02) lalu.
Melalui Victor Rarung staf pribadi Olly, memperlihatkan isi berita acara pengembalian barang bukti nomor BA-112/26.Ek.4/05/2015 tanggal 22 Mei 2015 di Gedung KPK Jakarta.
“Barang-barang yang di sita sudah di kembalikan dan saya yang terima di kantor KPK waktu itu,” kata Victor sembari memperlihatkan isi berita acara dan foto, Selasa malam.
Barang bukti dalam berita acara, satu buah meja kayu ukuran 163x71x14, satu unit meja makan kayu ukuran 410x100x20, dua dampar atau mursi kayu ukuran 38x157x54 dan dua stoll atau kursi kayu ukuran 40x39x53.
Dengan memberikan keterangan berita acara pengembalian barang bukti dan foto, sepertinya Olly lebih menekankan bahwa tudingan tersangka kasus Hambalang keliru. Berdasarkan berita acara pengembalian tercantum Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2428 K/Pid.Sus/2014 tanggal 8 April 2015 jo Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 58/PID/TPK/2014/PT.DKI tanggal 28 Oktober 2014 jo putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada pengadlan Negeri Jakarta pusat Nomor.30/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST tanggal 08 Juli, atas nama Terdakwa Teuku Bagus Mokhamad Noor yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
Kedua Surat perintah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor : Sprin.PPP-25/01-24/04/2015 tanggal 7 April 2015.
“Barang bukti penyitaan kasus hambalang sudah dikembalikan. Jadi sudah jelas sekarang kan,” jelang Rarung. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi masih mendalami dugaan aliran uang korupsi proyek Hambalang ke mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Olly Dondokambey. Meski pun penyidik telah memeriksa dan menyita furnitur mewah dari rumah Bendahara Umum PDIP itu.
“Ini sama seperti perkara lainnya, jadi ada sejumlah nama yang jadi concern tim KPK untuk didalami lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Februari 2017.
Sebelumnya, tersangka Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel menyebut ada oknum yang sekarang menjabat gubernur, turut menerima uang korupsi Hambalang. Hal itu diutarakan Choel sebelum ditahan penyidik KPK, Senin 6 Februari 2017.
Nama Olly yang sekarang menjabat Gubernur Sulawesi Utara itu sebelumnya masuk pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta saat memovinis terdakwa mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya Teuku Bagus Mokhamad Noor, terkait kasus Hambalang.
Dalam pertimbangan putusan dan barang bukti yang tercantum, ada pembelian dan pemberian mebel atau furnitur senilai Rp2,5 miliar dari PT Adhi Karya untuk Olly Dondokambey selaku anggota Komisi XI dan Wakil Ketua Banggar DPR dari Fraksi PDIP 2009-2014.
Mebel itu kemudian disita KPK pada September 2013 dari rumah Olly Dondokambey yang beralamat di Jalan Reko bawah, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Febri Diansyah menegaskan bahwa fakta putusan itu tidak akan dibiarkan saja oleh penyidik. Bahkan, mantan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menyebut pihaknya sudah membuka penyelidikan baru terkait proyek Hambalang.
“Kami berharap pengusutan AZM (Choel) membuat firm bukti-bukti yang dimiliki KPK. Tetapi untuk penyelidikan (Hambalang) ini kami tidak bisa sebutkan (dulu), apalagi sebutkan nama orang. Kami baru sampaikan ke publik apabila naik ke tingkat penyidikan nanti,” kata Febri.
(kka)