Korupsi Dana Audens : Eka Cs DiDakwa, Polda Loloskan Ulfa Salihi & Yani ?

Manado,  Terungkap pada sidang perdana terdakwa sidang perdana kasus korupsi dana audiena bupati/wakil bupati bolmong di gelar hari ini kamis (23/3) di Pengadilan Negri klas I A / Tipikor Manado dengan menghadirkan terdakwa Ek,Up,ID. Salihi dan Yani Tuuk secara sadar menerima uang hasil korupsi dari para terdakwa.

Sidang tersebut dipimpin majelis hakim Vincent, SH, Arkanu SH MH dan Wendi SH dengan panitera pengganti Ni Ketut Susan, penuntut umum yang dalam dakwaan kepada tiga terdakwa EK alias Eka, UP alias Uki dan ID alias Ismar di bacakan oleh JPU Da’wan SH MH.

Dalam dakwaan jaksa pada sekitar januari 2012 sampai 2013 terdakwa melakukan kegiatan yang merugikan keuangan negara.

Belanja barang dan jasa 2012 & 2013 yang tidak dilaksanakan terdiri dari perjalanan dinas bupati dan wabup, pemeliharaan kendaraan (toko spare parts & bengkel), pakaian bup/wabup, bbm, adalah fiktif.

Ada yang aneh pada sidang perdana dugaan korupsi dsna audens bupati bolaang mongondow 2012 – 2013 ini. Mengapa tidak, pasalnya dalam dakwaan jaksa penuntut umum tak ada satupun nama kuasa pengguna anggaran ulfa paputungan  yang terdengar. Entah ada apa di balik semua ini, apakah konstruksinya memang suda di atur sedemikian rupa sehingga nama ulfa paputungan selaku kuasa pengguna anggaran seakan di hilangkan dan tak terlibat pada korupsi dana audens ini.

Atas perbuatan tindak pidana korupsi tersebut, polda sulut diminta untuk melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan agar tidak membuat polemik pada masyarakat.

Saat ini masyarakat bertanya tanya sebenarnya yang harus bertanggung jawab pada dugaan korupsi dana audens bupati bolaang mongondow ini siapa ? Apakah Ketiga terdakwa yang hanya staf ? Ataukah  Ulfa paputungan selaku kuasa pengguna anggaran, Dan atau Salihi dan Yani selaku Bupati dan wakil Bupati saat itu. ?

Dengan tidak terungkapnya nama ulfa paputungan pada pembacaan dakwaan baru baru ini oleh jpu  pada sidang perdana EK, UP, ID Baru baru ini mengundang tanya dan menimbulkan banyak spekulasi  sungguh hebat power dari seorang ulfa paputungan selaku kuasa pengguna anggaran jika tak terlibat dalam lingkaran atau pusaran korupsi Dana Audens itu.

Beberapa sumber sempat menanyakan Apakah dengan tidak terungkapnya nama ulfa paputungan selaku kuasa pengguna anggaran ada kaitanya dengan rekaman yang sempat menjadi bahan perguncingan di sejumlah lsm dan aktifis di kotamobagu ? Dimana dalam rekaman itu sangat jelas terdengar bahwa ulfa paputungan telah menjalin hubungan baik dengan para penyidik bahkan ada komitmen untuk dirinya di bantu dengan cara meramu atau meracik berita acara pemeriksaannya ( BAP ) agar tidak cukup bukti. Bahkan dalam rekaman itu pula Ulfa Paputungan sempat mengancam akan membeberkan uang yang sudah ia keluarkan untuk bayar hotel, untuk uang saku penyidik daan lainya jika tidak komitmen.

Sumber juga menambahkan bahwa kasus ini subgguh Wah dan  sunggu menarik perhatian publik  tambah lagi disinyalir Bupati kala itu salihi mokodongan dan Yani Tuuk serta ulfa paputungan sangat tau rencana mengakalin uang negara tersebut.

Modus yang dilakukan adalah menggunakan rekening rekanan hanya untuk memenuhi persyaratan dengan imbalan sejumlah uang kepada rekanan tersebut tidak mungkin tak di komunikasikan dulu oleh ketuga terdakwa EK, UP, ID  dengan ketingga petinggi yang merupakan atasan mereka.

Apalagi dalam membuat Bukti pembayaran atas rekanan  fiktif, tersebut pasti ada komunikasi yang dalam dengan para pihak ketiga sehigga bisa diyakinkan.

Sangat menarik pula bahwa sejumlah dana tersebut di berikan kepada salihi mokodongan dan yani tuuk di rumah masing masing. Tapi kenapa hingga saat ini Salihi dan Yani Tuuk belum di tetapkan tersangka oleh penyidik polda sulut ?  Tukas sumber.

Alasan Apa Ulfa Tak Ditahan  ? 

Ulfa paputungan adalah mantan asisten III pemkab bolaang mongondow yang di diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana audens pemkab bolmong 2012-2013.

Keterlibatan ulfa paputungan dalam kasus dugaan korupsi dana audens yang di maksud adalah yang bersangkutan merupakan kuasa pengguna anggaran.

Kasus dugaan korupsi ini sudah di tetapkan tersangka oleh polda sulut 3 orang staf yakni EK, UP, dan iD. Sedangkan Ulfa paputungan selaku KPA tidak. Seharusnya secara adminstrasi KPA harus bertanggungjawab atas tundak pidana korupsi yang terjadi.

Kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)

  1. Menguji kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih
  2. Meneliti kebenaran dokumen yang menjadi persyaratan/kelengkapan sehubungan dengan ikatan /perjanjian pengadaan barang/jasa
  3. Meneliti tersedianya dana kegiatan yang bersangkutan
  4. Membebankan pengeluaran sesuai dengan mata anggaran pangeluaran yang bersangkutan
  5. Memerintahkan pembayaran atas beban dana sesuai dengan ketersediaan dana dalam DIPA
  6. Membuat keputusan-keputusan dan mengambil tindakan-tindakan yang dapat mengakibatkan timbulnya pengeluaran uang atau tagihan atas beban anggaran DIPA
  7. Mengangkat staf pembantu sesuai dengan kebutuhan

Uraian tugas Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)

  1. Melaksanakan rencana kegiatan dan anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA dan ROK
  2. Melakukan bimbingan dan arahan terhadap pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan keuangan
  3. Mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP-UP,SPP-GU,SPP-LS dan SPP-TU)
  4. Melakukan pemeriksaan kas Bendahara Pengeluaran sekurang-kurangnya 3(tiga) bulan sekali
  5. Membuat laporan keuangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
  6. Membuat keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang dapat mengakibatkan timbulnya pengeluaran uang atau tagihan atas beban anggaran DIPA

Mengacu dari regulasi yang ada apakah Ulfa paputungan bisa lolos dari lusaran korupsi dana audens ? Ataukah benar bahwa sim salabim masuk angin dan kena bom  sesuai iai rekaman yang telah beredar ke sejumlah awak media saat ini.   ( Om Diks winata )