Kodam XIII/Merdeka Peringati Hari Pahlawan 10 November, Kolonel Josias Mamuko Bacakan Sambutan Menteri Sosial

Foto : Jalannya Upacara Yang dipimpin Kolonel (Inf) Josias Momuka.

INewscrime.com–Bertempat di lapangan Upacara Makodam XIII/Merdeka berlangsung Upacara bendera memperingati Hari Pahlawan Sabtu (10/11/2018).

Bertindak sebagai inpektur Upacara dalam upacara tersebut kepala kelompok Staf Ahli Pangdam XIII/Merdeka Kolonel (Inf) Josias Momuka dan diikuti oleh seluruh prajurit serta PNS lingkup Kodam XIII/Merdeka.

Dalam upacara tersebut Inspektur upacara berkesempatan membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dalam sambutan tertulisnya Mensos menyebutkan bahwa setiap tahun pada tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan.

Hal tersebut di lakukan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya pada 73 tahun silam yang merupakan perang fisik pertama setelah Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Di bulan November, ingatan kolektif bangsa akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Para syuhada bangsa tersebut telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri kokoh sampai saat ini dan untuk selamanya.

Prosesi peringatan Hari Pahlawan khususnya Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih serta mengheningkan cipta secara serentak selama 60 detik seperti yang saat ini kita lakukan, juga dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air, bahkan di Perwakilan Negara Republik Indonesia di Iuar negeri.

Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan tersebut bertujuan untuk memperkuat niiai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air, dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari Bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi namun subtansi bahwa setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru, dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan di kehidupan sehari-hari.

Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun Bangsa Indonesia.

Tema Hari Pahlawan Tahun 2018 adalah ‘Semangat Pahlawan di Dadaku’ mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan.

Oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Pada hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berIanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan Iingkungan strategis.

Sebab itu, peringatan Hari PahIawan harus meIahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuIetan daIam melaksanakan pembangunan.

Mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini antara Iain kemiskinan.

Selanjutnya transformasi kecerdikan para pahIawan daIam mengatur strategi, menjadikan inspirasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.

Dibagian akhir sambutan mensos lewat inspektur upacara menyampaikan bahwa setiap zaman pasti ada pahIawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia memerIukan pahIawan baru. Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini.

“Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemuda Indonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisipIin, berkarakter menguasai iImu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya. Sadar bahwa negerinya memiliki beragam agama, suku, adat istiadat namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dipergunakan untuk keunggulan lndonesia dalam pergaulan dunia. ”

“Bukan justru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa.” Jelasnya.

“Pada akhirnya melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari yang dapat kita lakukan, mulai dari lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara.” Pungkas Inspektur Upacara mengakhiri sambutan Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita.