Ketika Bus tim Borussia Dortmund diserang bom, Marc Bartra terluka

Inewscrime – Bus yang membawa tim sepakbola Jerman, Borussia Dortmund, diserang tiga ledakan bom kemarin pukul 19.15 waktu setempat. Ledakan terjadi saat bus melintas di distrik Hochstem Dortmund sekitar 10 kilometer dari lokasi stadion di mana mereka akan bertarung dalam Liga Champions melawan Monaco.

Pimpinan Eksekutif Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, mengatakan ledakan terjadi saat pelatih tim dan para pemain baru saja meninggalkan hotel mereka menuju ke stadion. Saat bus berbelok, bom yang tersembunyi di balik pagar meledak.

Akibat insiden tersebut, bek Marc Bartra mengalami luka cukup serius karena pecahan kaca sementara lengannya mengalami patah tulang. Bartra langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi lengan.

“Bartra terluka di bagian tangan dan lengan. Tetapi insiden ini tidak sampai memakan korban jiwa,” kata Watzke, seperti dilansir dari the Guardian, Rabu (12/4).

“Para pemain lain saat ini masih dalam kondisi syok. Dan tugas kami sekarang adalah belajar dari pengalaman dan tetap melanjutkan pertandingan dalam 24 jam. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami,” sambungnya.

Kiper Dortmund, Roman Burki, menceritakan pengalamannya kepada koran Swiss, Blick, saat mendapatkan serangan tersebut.

“Saya duduk di barisan belakang di sebelah Marc Bartra, yang terkena pecahan jendela. Begitu mendengar suara bom kedua, kami semua menunduk. Kami tidak tahu apakah ada ledakan lain. Polisi tiba dengan cepat, mereka menyegel semuanya. Kami semua syok,” katanya.

Dalam jumpa pers juru bicara klub mengatakan bahwa mereka menyikapi insiden ini sangat serius karena ledakan tersebut memang ditargetkan kepada para pemain. Bahkan, bahan peledak keempat juga ditemukan di sekitar hotel mereka.

Pihak kepolisian saat ini tengah mengerahkan timnya beserta anjing pelacak untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Dalam proses pencarian polisi juga menemukan sebuah surat dari seseorang yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Kini, tim kepolisian tengah mencoba untuk mengontentikasikan surat itu.

Sementara itu, para pemain klub lain kini sudah ditempatkan di lokasi aman di bawah pengawalan polisi. (Xx)

Merdeka