Beranda » Post » KEPALA BP2MI TAK TERIMA ATAS KEMATIAN PEKERJA MIGRAN YANG MENINGGAL KARENA PERLAKUAN MAJIKAN DI MALAYSIA

KEPALA BP2MI TAK TERIMA ATAS KEMATIAN PEKERJA MIGRAN YANG MENINGGAL KARENA PERLAKUAN MAJIKAN DI MALAYSIA

Foto KEPALA BP2MI Benny Rahamdani Bersama Ibu Adelina Sau,di depan gedung BP2MI.

JAKARTA INewscrime.com – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan aksi solidaritas terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) Adelina Sau yang dianiaya majikannya hingga meninggal di Malaysia. Aksi ini buntut hasil Pengadilan Malaysia yang membebaskan majikan Adelina, Ambika MA Shan.

Kasus Adelina kembali dilanjutkan oleh Mahkamah Persekutuan Malaysia pada 9 Desember 2021. Persidangan direncanakan akan menyampaikan kesimpulan terkait kasus pidana Adelina.

“Sekali lagi ini adalah momentum protes pengadilan di tahap pertama sekaligus dorongan semoga besok hakim Malaysia bisa benar-benar ambil keputusan atas dasar kebenaran keadilan dan juga berpihak atas nama kemanusian,” ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani di
halaman gedung BP2MI, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Desember 2021.

Benny menjelaskan Adelina diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur tidak resmi. Saat bekerja, Adelina kerap mendapatkan perlakuan kasar. Selain mendapat kekerasan, Adelina kerap dipaksa untuk mengonsumsi makanan hewan.

“Bahkan yang membuat saya marah Adelina untuk waktu tertentu bahkan cukup lama tidak bisa tidur di dalam rumah dia harus tidur di kandang peliharaan majikan,” ucapnya.

Pada 2018, Adelina ditemukan meninggal akibat kekerasan fisik dialami dan kurang gizi. Namun, Pengadilan Malayasia pada April 2019, membebaskan sang majikan, Ambika MA Shan.

“Putusan itu tidak hanya mencederai rasa keadilan, tapi sekaligus menurut saya penghinaan kepada bangsa,” tegas Benny.

Benny menekankan PMI adalah pahlawan devisa dan pejuang keluarga. Negara berjanji akan melindungi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Saya secara pribadi sebagai Kepala BP2MI dan semua yang hadir demi Tuhan, demi Allah, tidak akan pernah ikhlas siapa pun yang melakukan kejahatan kemanusian kepada setiap anak bangsa yang disebut pekerja migran Indonesia,” tegasnya.

Dalam aksi solidaritas itu dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, perwakilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Ibu Adelina Yohana, dan beberapa pegawai BP2MI. Seluruh pihak yang hadir meletakan setangkai bunga mawar di depan foto Adelina.

Selain itu, beberapa kali terlihat Ibu Adelina, Yohana tak kuat membendung air mata. Ia pun sempat tesungkur di depan foto mendiang anaknya. Kemudian, terdapat spanduk besar yang menutupi Gedung BP2MI bertuliskan Solidaritas untuk Adelina Sau.

 

(Hans/FL).