Amurang, Inewscrime.com – Setelah melakukan proses penyelidikan yang panjang akhirnya pada Rabu 30/05/18 Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang resmi menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana tanggap bencana badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Amurang Lombok Sidabutar mengatakan kedua tersangka langsung ditahan dengan alasan agar tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti (Babuk) tersangka atas nama HK dimasukan ke rumah tahanan (Rutan) Tondano sedangkan tersangka SP di kirim ke Rutan Manado

“Sebelum kedua tersangka ini ditahan kami sudah menahan satu orang terlebih dahulu yaitu pihak penyedia barang dan jasa. Untuk kedua tersangka ini sengaja ditahan terpisah agar mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama yang lain, selain itu juga kedua tersangka ini kurang koperatif. Untuk kasus ini ancaman hukumannya lima tahun jika terbukti,” ungkap Kajari Lambok Sidabutar dihadapan para wartawan usai pengiriman tsk ke rumah tahanan, Rabu (30/05/18) sore tadi.

Diketahui, kedua tersangka kasus dugaan korupsi dana tanggap bencana BPBD Minahasa selatan yakni HK,dan SP di jemput pihak kejaksaan negeri dan Timsus Polres Minsel guna menjalani pemeriksaan oleh pihak Kejari, setelah melalui pemeriksaan selam dua jam pukul dua belas hingga pukul dua siang tadi juga melalui tes kesehatan tim dokter, menyatakan bahwa kedua tersangka berada dalam kondisi sehat.

Penantian panjang masyarakat Minahasa Selatan terkait penahanan ke tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana tanggap bencana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Minsel akhirnya terjawab sudah oleh Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan terhadap HK,SP dan pihak ketiga di buktikan Kajari Lambok Sidabutar SH,MH.

(Marsel.Tiow)