Kapolri Tito : Pria Bercadar yang Serang Petugas Polres Banyumas Diduga Anggota JAD

Inews, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga pria bercadar yang tiba-tiba menabrakkan motornya ke arah anggota polisi yang tengah bertugas di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (11/4/2017) lalu ada hubungannya dengan penggerebekan teroris di Tuban dan Lamongan, Jawa Timur.

Tito menuturkan, aksi itu lantaran salah satu pelaku yang ditangkap Densus 88 di Lamongan merupakan salah satu pimpinan Jamaah Ansharut Daulah Indonesia (JAD).

“Kelompok JAD ini bereaksi. Setelah itu ada perintah kepada semua sel JAD untuk melakukan jihad dan targetnya adalah kepolisian,” kata Tito usai mengisi kuliah umum di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).

“Dalam pengungkapan Tuban kemarin, polisi berhasil menangani dengan baik meskipun ada enam korban tewas. Sebetulnya itu tidak kami inginkan, tapi karena membahayakan petugas, kami boleh melakukan langkah-langkah keras, apalagi senjatanya ada enam,” sambung Tito.

Tito mengatakan, motif pelaku yang diketahui bernama M. Ibnu Dar (22) ini diduga merupakan aksi balas dendam kepada kepolisian. Hal itu diperkuat dengan penemuan rangkaian bom yang diduga akan digunakan untuk membuat bom panci.

“Jadi setelah jaringan JAD ini melihat pimpinan dan temannya terbunuh, mereka ingin melakukan pembalasan. Bahkan saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, ditemukan rangkaian bom,” bebernya.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu mengatakan bahwa JAD merupakan kelompok radikal yang mendukung ISIS. “JAD ini adalah kelompok pendukung ISIS,” pungkas Tito.

Kriminalitas