Prosesi Adat Yang Tulude Diadakan Di Tugu Lilin Marina Plaza

Manado, INewscrime- Upacara adat Tulude yang di selenggarakan oleh IKISST semalam di Tugu Lilin Marina Plaza (jumat,4/5) meninggalkan kesan yang kurang mengenakkan buat seorang jurnalis on line yang kebetulan adalah putra asli sangihe yang namanya enggan di tuliskan.

Pada INewscrime.com “San” sapaan akrabnya yang juga salah satu wartawan media Online ternama di kota Manado ini menuturkan bahwa pada hakekatnya inti dari pesta adat Tulude adalah ucapan syukur.

“Sebagai putra Sangihe saya merasa prihatin, sebab inti dari acara ini sebenarnya adalah ucapan syukur warga Manado asal Nusa Utara yang telah melewati setahun yang sudah berlalu. Yang artinya masyarakat Manado asal Nusa Utara memanjatkan doa syukur bagi Sang pencipta yang telah melindungi umatnya seperti yg dituliskan pada pengantar buku panduan acara pesta Tulude, Bukan ajang saling mendukung pada figur yang akan maju di pilkada dan pilwako, ” tukas San putra Sangihe asal Kalekube Tabukan Utara ini.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa Prosesi pesta adat Tulude ini harus benar-benar di maknai sebagai ucapan syukur. Terkait dengan apresiasi pada pemerintah itu adalah hal mutlak tapi bukan berarti harus terlalu di besar besarkan seperti yang terjadi semalam.
Intinya bagi saya sambutan Ketua IKISST tadi malam terlalu berlebihan, ” ujar Sisko mempertegas pernyataannya.

Pantauan INewscrime dalam prosesi Adat Tulude pada Jumat malam (3/2) saat sambutan Ketua IKISST Drs. Agustinus Tahendung semalam memang sedikit terkesan mengajak warga Sangihe untuk memilih GSVL MOOR apabila keduanya akan maju sebagai calon Gubernur maupun Walikota dalam Pilgub maupun Pilwako di tahun 2021 nanti.

Sementara Walikota dan Wakil Walikota GS Vicky Lumentut dan Moor Bastiaan pun hanya bisa tersenyum mendengarkan ajakan Bu Tahendung sapaan akrab ketua IKKIST pada warga Nusa Utara yang hadir malam itu. (Bob)