Jems Tuuk Pembela Rakyat Kecil Dari Bumi Totabuan

Foto: Jems Tuuk Bersama Warga Desa Bolangat Bolaang Mongondow  Menanggapi Aspirasi Warga Terkait Investasi Sawit Yang Mengancam Keberadaan Petani Padi di Desa Tersebut. 

INEWSCRIME.COM, MANADO- Membela kepentingan rakyat bagi dia adalah segala galanya. Parlemen baginya adalah tempat mengaktualisasikan diri bagi kepentingan umat bukan untuk kepentingan pribadi. Kemewahan serta fasilitas dan penghasilan tak terkira sebagai seorang professional di bidang otomotifpun di tinggalkannya demi pengabdiannya bagi rakyat Bumi Totabuan.

Ir, Julius Jems Tuuk namanya legislator PDI Perjuangan dari Bolaang Mongondow di DPRD Sulut. Melihat sepak terjangnya di Parlemen Sulut tak salah jika dirinya secara beruntun selama 4 tahun berturut dianugerahi Forward Award sebagai Legislator terbaik oleh Wartawan DPRD Sulut.

Sebagai legislator, putra Mogoyunggung ini tak hanya pandai beretorika. Suaranya yang lantang dan menggema saat mengajukan interupsi pada sidang paripurna dan rapat rapat pembahasan membuat jeri semua orang yang mendengarnya. Tak perduli kawan atau lawan akan berhadapan dengannya ketika melakukan ketidakadilan pada rakyat kecil.

Bukan tanpa alasan jika orang jeri mendengar suaranya yang lantang. Suaranya yang lantang di barengi dengan keberaniannya. Tak sedikitpun terlihat rasa takut pada dirinya ketika menyuarakan nasib rakyat kecil. Berhadapan dengan kekuatan besarpun dirinya tak pernah takut.

Hal tersebut di rasakan langsung oleh para petani padi desa Bolangat Kecamatan Sangtombolang yang harus berhadapan dengan para investor sawit. Tanpa rasa takut sedikitpun Jems Tuuk berhadapan dengan investor, bahkan untuk membuktikan kesungguhannya membela para petani dirinya sendiri yang membawa para petani menyuarakan nasib mereka di DPRD Sulut dan sampai hari ini perjuangan mereka terus berlanjut karena komitmen Jems Tuuk bahwa dirinya akan berjuang sampai titik darah penghabisan.
“Demi mempertahankan hak Rakyat Bolmong saya akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan,”ini soal harga diri masyarakat Bumi Totabuan,”ujarnya pada INEWSCRIME.COM.

Sebagai legislator dirinya juga pandai menangkap peluang bisnis yang menguntungkan masyarakat dan juga pemerintah. Sulawesi Utara yang dikenal kandungan dalam tanahnya di penuhi dengan butiran mas murni di mana banyak tambang rakyat yang di kelola rakyat. Baginya itu adalah sumber PAD (pendapatan asli daerah) tapi sayang pemerintah belum menjamin nasib para penambang.
“Keberadaan APRI adalah untuk menjamin nasib petani dan memberi PAD pada pemerintah. ratusan milyar putaran uang di tambang tanpa sepeserpun PAD buat daerah. Kalau tambang rakyat di legalkan oleh pemerintah bayangkan saja PAD yang akan didapatkan oleh pemerintah,”ujarnya.

Pengakuan terhadap sepakterjang beliau tak tanggung tanggung datang dari Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw. Suatu waktu ketika sempat berhembus kabar bahwa Jems Tuuk tak akan mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPRD Sulut. Dihadapan sejumlah wartawan Kolega Jems Tuuk semasa masih menjabat sebagai Ketua DPRD Sulut sebelum jadi wakil gubernur ini mengatakan, sebagai legislator Jems Tuuk adalah salah satu wakil rakyat yang benar benar bekerja untuk rayat. Sulawesi Utara akan sangat kehilangan jika beliau tidak lagi menjadi wakil rakyat,”ujar Steven Kandouw kala itu.

Pengakuan tulus pun datang dari warga di desa Komus kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang berprofesi sebagai seorang guru yang sempat diwawancarai oleh INEWSCRIME.COM
“Awalnya secara pribadi saya berpikir beliau sama saja dengan legislator lain yang hanya sekedar lalu. Tapi pasca kedatangannya setelah reses dimana Pak Jems terus mencari tau perkembangan didesa kami, “di sini saya menangkap ketulusan dari seorang Jems Julius Tuuk. Sejak itu pula saya yakin bahwa memang beliau layak dikatakan sebagai wakil rakyat.

Tak hanya dari Bolmong pengakuan pun datang dari Melky Buatasik putra Talaud, “sebagai legislator Jems Tuuk benar benar bekerja untuk semua rakyat sulut bayangkan saja walaupun beliau notabene bukan legislatif dapil Sangihe tapi mau berjuang sampai jalan lingkar talaud dinaikkan statusnya sebagai jalan Provinsi dan bisa mendapatkan proyek APBN, “tukasnya.

Ada Hal unik yang sering dilakukan oleh Jems Tuuk ketika menjalankan tugas reses sebagai anggota dewan. Dengan 64 saja suara di Bolmut, tak menyurutkan niatnya untuk turun reses kesana. Tak jarang kakak kandung wakil bupati bolmong ini mengunjungi daerah terpencil, desa Kolingangaan cohtohnya desa yang lokasi berjarak sekitar 13 Km masuk kedalam hutan dari pusat Kota Kotamobagu dimana didalamnya banyak suku asli orang bolmong yang dikenal dengan suku Bilalang hidup didalamnya. Kondisi jalan dan medan yang curam tak menyurutkan niatnya untuk datang kesana demi menjaring aspirasi dari masyarakat.

Itulah seorang Jems Tuuk, pria asal Mogoyunggung yang walaupun berasal dari keluarga mapan namun tetap berusaha mandiri tanpa mengandalkan kemapanan orangtuanya. Sebagai legislator dirinya benar benar kerja untuk rakyat. Baginya sebagai legislator bukan berapa lama dia menjabat tapi bagaimana dirinya memberi warna dan membawa berkat bagi semua orang.

Penulis: Robby Kumaat Mononimbar.