Jembatan Dirusak Truk,Warga Demo Pembangunan Jalan Tol Minut-Bitung

Airmadidi, iNewsCrime – Puluhan masyarakat Minut tepatnya warga Kelurahan Airmadidi Bawah Lingkungan 7, dibawah komando Norris Tirayoh Aktifis setempat dan mantan Kepala Lingkungan 7, menggelar unjuk rasa damai di lokasi jalan yang terkenal dengan sebutan Kampung Buton pada Selasa (7/2-2017).

Menurut Norris, masyarakat menggelar pernyataan sikap ini bukan upaya untuk merongrong atau menolak usaha pemerintah dalam merealisasi proyek Jalan Tol Minut-Bitung, tapi mereka menuntut komitmen dan tanggung jawab dari PT. Nindya Karya yang tidak ada perwujudannya.

“Kami 1.000 persen, bukan 100 persen lagi mendukung kebijakan pemerintah, tapi kami tidak bisa membiarkan kendaraan berat Fam Truk lalu-lalang dengan angkutan berat, merusak sarana masyarakat yang dibangun dari anggaran APBD dan APBN seperti Drainase, jembatan, saluran air dan pipa-pipa air yang ada,” tutur Tirayoh.

Bicara Proyek Jalan Tol adalah demi kepentingan umum, dimata Norris, itu hal yang keliru, sebab pengguna tol pasti tidaklah umum. “Bahasa Jalan Tol adalah kepentingan umum, itu hanya isapan jempol belaka. Tidak ada orang miskin yang mau menggunakan Jalan Tol, sebab kita semua tau, kalau lewat Tol harus merogoh kocek tak sedikit. Aksi kami semata untuk meminta tanggungjawab dan komitmen pihak pelaksana, kalau tidak di gubris, Senin nanti kami akan mambawa aspirasi ini ke DPRD Minut dengan jumlah massa lebih besar,” tandasnya.

Hal senada dibenarkan Yalimin Susanto mantan Kepala Lingkungan 7 Kelurahan Airmadidi Bawah, terkait adanya pengrusakan fasilitas masyarakat setempat.

Selain itu, Yalimin menganggap PT Nindya Karya telah mengingkari kesepakatan awal, tentang pemberdayaan masyarakat setempat dalam proyek pembangunan tol itu.

“Tahun 2016 silam, dalam sosialisasi, perusahaan terkait bilang akan membantu masyarakat setempat dengan memakai tenaga kerja lokal, lampu penerangan jalan dan akan membuat sarana pendukung jalan, sampai hari ini tidak ada realisasi, padahal semua sudah pada rusak karena kendaraan bermuatan berat, bolak-balik lewat disini,” keluhnya.

Sesuai pantawan media ini, di lokasi nampak kondisi jalan di Kampung Buton sudah rusak, berlumpur dan saluran air yang dibangun warga, telah hancur. Selain itu, pipa-pipa air bersih di bahu jalan sudah pada putus, dan jembatan yang dibangun dari dana PNPM, sudah rusak dan sebentar lagi ambruk, padahal masyarakat sangat bergantung pada jalan tersebut.
Saat warga mulai menutupi jalan dengan beberapa bongkahan batu, menghalangi truk yang keluar-masuk, tiba-tiba muncul beberapa pria memakai helm putih dari PT Nindya Karya. Menariknya tiga (3) diantaranya adalah Aparat TNI (Marinir), mengenakan celana loreng, meminta warga menghentikan upaya mereka.
Kaget, gentar dengan kehadiran Aparat TNI, warga memilih mengalah, dan terpaksa mengembalikan batu-batu yang menghalangi jalan, ke posisi semula, kemudian membubarkan diri.

Kamis (9/2) kemarin, pihak PT Nindya Karya menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kelurahan Airmadidi Bawah.

Tapi dampaknya sampai lingkungan 3 bahkan sampai di wilayah Airmadidi atas dan sarongsong 1 Airmadidi, terkait banyaknya permasalahan yang ditimbulkan oleh perusahaan Nindya Karya – Bumi Karsa,KSO ( NKBK) sebagai salah satu dari empat operator utama pelaksana proyek jalan toll Minut-Bitung.

Menurut Simson Prang Lurah Airmadidi Bawah, pihak perusahaan terkait telah menyepakati semua kewajibannya dan bukti keseriusannya kepada masyarakat.
Inilah hasil kesepakatan dalam pertemuan itu:

1. Masyarakat untuk sementara mengijinkan jalan pertanian/jalan Adat untuk dipakai sementara oleh pihak kontraktor jalan toll (NKBK) selama jalan perusahaan kontraktor dan jembatan belum selesai.
2. Pihak kontraktor pelaksana akan memperbaiki kondisi jalan pertanian yg rusak yg diakibatkan aktivitas pengerjaan jalan toll.
3. Pihak Perusahaan akan memasang lampu penerangan jalan di sepanjang jalan pertanian dan jalan provinsi yg dilalui oleh kendaraan Perusahaan.

4. Pihak perusahaan akan membangun pos penjagaan di setiap simpang jalan yg dilalui oleh kendaraan proyek jalan toll dan akan memperkerjakan tenaga kerja lokal yg akan di latih untuk menjaga dan mengatur arus lalu lintas jalan yg di lalui kendaraan proyek dgn di lengkapi alat penunjang keselamatan kerja (personal protective equipment) atau PPE.
5. Pihak perusahaan akan memasang safety warning sign,rotary lamp,membangun pos dan memasang rambu2 batas kecepatan kendaraan proyek dan kendaraan umum.
6. Pihak perusahaan akan membersihkan roda kendaraan proyek yg berlumpur setelah keluar dari lokasi proyek untuk menghindari tercecernya material tanah dan lumpur di jalan umum.
7. Pihak perusahaan setiap hari akan membersihkan setiap material tanah dan lumpur yg tercecer di jalan umum.

8. Pihak perusahaan akan menyiram dan membersihkan jalan pada waktu hujan untuk menghindari kecelakaan di jalan umum yg diakibatkan licinya jalan yg terkontaminasi dengan tanah dari proyek jalan toll.

9. Sebelum dilakukan penyiraman jalan yg berdebu,pihak perusahaan akan membagikan masker penutup mulut dan hidung ke Masyarakat untuk menghindari terjadinya penyakit inveksi saluran pernafasan(ISPA) dan penyakit lainya yg diakibatkan oleh debu tanah dari proyek jalan toll.
10. Pihak kontraktor jalan toll akan dengan tegas mengharuskan pihak third party (kontraktor dibawah PT. NKBK) untuk menutup dengan terpal yg rapat setiap kendaraan yg membawa material tanah,pasir,batu dll darii lokasi lain maupun kendaraan dari lokasi NKBK.

11. Pihak kontraktor perusahaan jalan toll akan memperbaiki setiap pipa air yg bocor yg rusak dan diakibatkan oleh aktivitas kendaraan berat/ringan  yang melalui jalur pipa Air Masyarakat.
12. Sesuai kebutuhan,pihak perusahaan akan lebih memperkerjakan Masyarakat Lokal di sekitar area yg akan dibuat jalan toll khususnya Masyarakat Airmadidi bawah.

13. Pihak perusahaan kontraktor jalan toll akan memberikan gaji sesuai umpah minimum privinsi (UMP) SulUt untuk setiap tenaga kerja lokal walaupun hanya sebagai tenaga kerja harian lepas.
14. Pihak perusahaan kontraktor jalan toll akan dengan transparant membuat kontrak kerja dengan tenaga kerja lokal,menjamin keselamatan kerja (Jamkesmas) dan akan membayar setiap kerja lembur/overtime tenaga kerja dimana sesuai peraturan undang2 tenaga kerja setiap pekerja hanya bekerja 8 jam sehari atau 40 jam seminggu yg artinya setiap kelebihan jam kerja akan dibayarkan lewat slip gaji yg resmi sesuai kontrak kerja antara perusahaan dan pekerja.
15. Perusahaa kontraktor jalan toll NKBK akan menyurat ke pihak dinas PU Provinsi,Pemkab Minut dan pihak2 terkait dan pihak kontraktor toll yg lain untuk bersinergi memperbaiki akses jalan provinsi di jalan perampatan Airmadidi(lampu merah) sehubungan rusaknya jalan yg diakibatkan oleh aktivitas kendaraan berat proyek jalan toll Minut-Bitung.
16. Masyarakat sepakat untuk tidak menutup akses jalan pertanian yg dipakai oleh pihak pengelola proyek jalan toll selama pengerjaan dan tuntutan Masyarakat dipenuhi sesuai nota kesepakatan bersama.(Sisca)