Jaga Kesinambungan Penanganan Covid-19, Pemprov Sulut Masih Butuh 50 M

Foto : Rapat Banggar DPRD Sulut Dan TAPD Pemprov Sulut.

MANADO, INC –– Belum berakhirnya pandemi Covid-19 mengharuskan semua satuan kerja perangkat daerah di Pemprov Sulut mengencangkan pinggang aliias pemangkasan dana secara besar besaran.

Disisi lain, pemerintah juga harus serius dalam penanganan dampak dari pandemi Covid-19 yang konsekwensinya membutuhkan anggaran yang besar.

Hingga saat ini diketahui, ratusan miliar rupiah dana recofusing telah digunakan oleh Pemprov Sulut. Namun hingga kini pemerintah masih membutuhkan tambahan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Hal diatas disampaikan oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut), Edwin Silangen yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran dalam pembahasan KUA PPAS APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sulut, Selasa (25/8/2020) kemarin.

“Menjaga kesinambungan penanganan covid-19 ini kita perlu anggaran kurang lebih 50 miliar,” ujar Sekprov di rapat.
Sekprov pun berharap, usulan anggaran untuk penanganan covid-19 tersebut disetujui di pusat.
“Mudah-mudahan anggaran yang 50 milar ini bisa disetujui oleh pemerintah pusat,” ucap Sekprov.
Dirinya menegaskan, anggaran sebesar Rp50 miliar tersebut sangat dibutuhkan demi memutus tumbuh kembangnya covid-19 di Sulut.
“Sangat dibutuhkan untuk rumah singgah dan lainnya,” sebut Silangen.

Sekprov juga mengingatkan agar SKPD yang ada di jajaran Pemprov Sulut bisa menggunakan anggaran untuk penanganan covid-19 ini sebaik mungkin, dan memberikan apresiasi bagi SKPD yang sudah bekerja keras dalam penanganan virus yang menyerang secara global.

Sementara itu, Sesuai kesepakatan antara eksekutif dan legislatif pada hari senin 31-8-2020 akan diselenggarakan Rapat Paripurna Penetapan APBD Perubahan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2020 di DPRD Sulut.
(***/Red)