Manado,INewscrime- Judul diatas adalah curhat dari seorang remaja yang rumahnya kerap kebanjiran saat hujan deras terjadi di sekitar jalan Lengkong Wuaya Kelurahan Paal 2 Manado.

Di laman facebooknya Dayu memposting kondisi rumahnya yang kacau balau karena kebanjiran. Beragam tanggapan megomentari postingannya. Banyak yang bersimpati tapi  Tak sedikit pula yang memberi komentar sinis terkait postingannya.

Mo bilang apa le klo so bagini??

Sapa yang tu salah sampe samua ini terjadi??
Kasiang dank !!, “ujar dayu dalam postingannya.

Diketahui tepat disamping rumah yang di tinggali oleh dayu dan ibunya ada proyek cuttingan ( perataan gunung) yang dilakukan oleh pengusaha yang mengakibatkan kondisi jalan dan pemukiman di sekitarnya rusak parah.

Yulet Ibu dari dayu pada INewscrime menuturkan sudah berulangkali pemerintah datang meninjau langsung kondisi yang terjadi disini. 

” mulai dari pala, lurah, camat, anggota dewan Wakil Walikota sampe Walikota pernah datang kamari, mar samua cuma sampe di janji sampe sekarang tu pengembang tetap melakukan penggusuran tanah. So pernah dapa togor mulai dari BLH sampe polisi pernah togor pa dorang mar tetap babagitu jo,”ujarnya.

Pernah dorang kase doi 10 juta pa torang karena pak wakil walikota da bilang pa dorang (pengembang) musti tanggung jawab apa yang dorang da beking. Mar apakah itu cukup mo ganti kerugian yang kita da alami. Kita riki pernah menangis pa camat terkait itu.  Camat cuma da bilang so dapa doi 10 juta kotek mo apa le, “Kata oknum camat waktu itu.

Kalu mo jujur kita so susah mo percaya pa pemerintah sekarang so talalu banya dorang pe janji dapa lia dorang lebe lindungi tu pengusaha daripada torang buktinya sampe hari ini dorang (pengembang)  nak dapa sangsi sedangkan kerusakan yang jadi akibat tu proyek so pe banya sekali. Masak torang tu musti baku baku jaga deng dorang trus. Pemerintah bilang kalu dorang bagale ulang lapor pa torang. Memang torang pe karja cuma mo jaga jaga pa dorang bakerja, ” ujarnya sambil menerawang.

p

Vence Ugis warga Liwas pada Indonewscrime  mengatakan dulu sebelum ada proyek proyek perumahan di sekitar liwas tidak pernah ada kejadian banjir seperti ini, ini karena daerah resapan air makin berkurang,” tukasnya. Diperparah lagi banyak proyek yang tidak jelas AMDAL nya sehingga material buangan proyek baik perumahan maupun kattingan semuanya lari ke got yang mengakibatkan got dipenuhi tanah. Imbasnya air naik ke jalan yang mengakibatkan kondisi jalan lengkong Wuaya rusak parah,”pungkasnya.

Di ketahui hujan deras selama lebih dari 1 jam mengakibatkan banjir di seputaran Ranomuut di karenakan drainase sudah tidak mampu menampung debit air yang sangat besar akibat saluran air semuanya sudah dipenuhi material tanah. Terpantau sepanjang jalan lengkong wuaya tak ubahnya seperti sungai yang mengakibatkan beberapa rumah di perum marco duta dan Perum Pemda kebanjiran. Hal yang sama juga terjadi di Paal 2, Perkamil, Malendeng dan wilayah lainnya di kota Manado. (Bob)