Hanafi Sako : Bank SulutGo Harus Go Publik

Foto : Hanafi Sako

INewscrime.com – Fraksi Partai Golkar menyorot masalah deviden yang dianggap tidak mengalami penambahan. Itu menjadi satu diantara 20 point yang dibacakan oleh Inggried Sondakh yang didapuk sebagai juru bicara F-PG di rapat paripurna tersebut.

Terkait hal diatas Hanafi Sako mengatakan sektor perbankan sangat mempengaruhi gerak pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur melambai. Olehnya dirinya berharap Bank Sulut dituntut supaya bisa cepat go publik agar tidak lagi menjadi beban Pemerintah Provinsi Sulut.

Diruang kerjanya, Rabu (14/11/2018) Sako menjelaskan pentingnya bagi PT Bank Sulut untuk cepat menjadi perusahaan publik.

“Sebaiknya perusahaan Bank Sulut cepat go publik sehingga bisa menerima saham dari publik. Dan tidak lagi memberikan beban kepada pemporv. Dan itu adalah salah satu solusi dari kami,” sebut Hanafi, beberapa saat seusai rapat paripurna DPRD Sulut.

Legislator asal Bolmong raya ini menuturkan, ketika menjadi perusahaan publik, bank Sulut bisa menjual sahamnya kepada publik dan masayarakat luas.

“Itu salah satu solusi kami jika ditanyakan kepada kami tentang deviden dan penyertaan modal,” ujarnya.

Sebelumnya, Hanafi mengkisahkan bahwa meskipun deviden Bank Sulut bertambah dari tahun ke tahun, namun harus juga diperhitungkan penambahan modal yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulut. Itulah sebabnya, Fraksi Partai Gokar menyorotinya kerena tidak sebandingnya antara penerimaan laba dengan penyertaan modal. “Misalkan deviden 51 dan sertoran modal 25, dengan praktisnya hanya 26 milyar secara net penerimaan oleh pemerintah. Itu kalau dihitung antara deviden dan penyertaan modal. Jadi perlu jufa dipercepat pertumbuhannya,” sebut Hanafi.

Diketahui, saat rapat paripurna DPRD Sulut dalam rangka penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019. (***)