Gelar Operasi Pemeliharaan Ketertiban Umum,Ketentraman Masyarakat dan Pencegahan Tindak Kriminal,SatPol PP Bersama Jajaran TNI/POLRI Sidak Tempat Hiburan Malam

Manado,Inewscrime.com – Maraknya tindakan-tindakan yang terindikasi dapat menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban kian mengancam kota-kota bedar diseluruh Indonesia. Hal serupa pula berlaku di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara.

Guna menangkal setiap tindakan yang dapat menggangu ketentraman masyarakat dan pendatang asing (Turis_red), Sabtu (25/03/2017) Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol.PP) Provinsi Sulut yang memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai Pengaman Peraturan Daerah (Perda_red), di bawah komando Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Drs. Jefry Maliangkay didampingi Kasub Pol PP Valentino Sinaga SH, bekerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulut dibawah komando AKBP Linus Kendek, serta jajaran Komando TNI AL yang dipimpin Felix Tambengi Kop.AMO TNI AL, beserta puluhan anggota gabungan, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) disejumlah tempat Kost dan tempat hiburan malam yang ada dikota Manado, dengan tema Operasi Pemeliharaan Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Pencegahan Tindak Kriminal di Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam operasi yang dimulai pukul 23.00 di lapangan Polda Sulut tersebut, jajaran tim gabungan sidak menargetkan setiap lokasi yang disinyalir dapat menimbulkan penyakit masyarakat.

Lebih lanjut, ketika tiba dilokasi pertama disalah satu penginapan yang ada di daerah Malalayang, jajaran tim sidak langsung ‘action’ dengan mengetuk setiap pintu kamar motel tersebut. Alhasil tidak menunggu lama, jajaran tim sidak langsung mendapatkan 2 pasangan mesum dikamar berbeda yang sedang asik ‘berduaan’ tanpa memiliki identitas yang jelas.

Mirisnya salah satu pasangan masih berstatus pelajar dan belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tidak jauh dari pengipan tersebut, tim gabungan pun mendapatkan sekelompok anak mudah yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sedang asik didalam kamar salah satu rumah kost didaerah itu. Kembali disayangkan salah satu dari anak-anak muda (perempuan_red) tersebut mengaku masih duduk dibangku salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) ternama dikota Manado.

Disaat bersamaan tim sidak gabungan pun mendapati sekelompok Pria-Wanita berbeda usia berada dalam satu kamar kost tersebut. Mirisnya salah seorang penghuni kost tidak menerima dirinya diperiksa dan malah memarahi anggota tim sidak yang hendak memeriksa tanda pengenalnya.

Dilokasi selanjutnya yang merupakan salah satu tempat hiburan malam, tim sidak gabungan pun menemukan beberapa pekerja wanita (Ladies_red) yang tidak memilik tanda pengenal, bahkan dalam keadaan mabuk minuman keras.

Selang beberapa tempat, tim sidak gabungan meringkus 2 orang anak muda yang kedapatan membawa senjata tajam berjenis sangkur (pisau prajurit_red) dan dalam keadaan mabuk di kawasan MegaMas Manado. Kedua anak muda (anak punk) tersebut langsung diamankan tim Polda Sulut yang selanjutnya akan diinterogasi di Polres Manado.

Menutup sidak tersebut, tim sidak gabungan yang berjumlah sekitar 50 anggota tersebut, kembali mendapati sekelompok anak muda yang sedang asik mengkonsumsi minuman keras berjenis arak tradisional di tepi ruko kawasan Marina Plaza. Mirisnya lokasi tersebut berada tepat di seberang jalan Polresta Kota Manado. Alhasil sekelompok anak muda teraebut langsung diamankan perugas untuk dinterogasi di Mako Polda Sulut.

Lebih lanjut, usai melakukan operasi sekitar pukul 02.45 subuh, tersebut dalam rangka membasmi penyakit masyarakat dikota Manado, sekitar 50 orang yang terindikasi bisa menjadi penyakit masyarakat tersebut, dibawa ke Mako Polda Sulut untuk selanjutnya didata, dibina serta ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Pol.PP Provinsi Sulut Drs. Jefry Mailangkay didampingi Kasub Kerjasama Valentino Sinaga SH, ketika dikonfirmasi oleh tim Topiksulut.com di lobi Polda Sulut mengatakan bahwa, Inspeksi kali ini bertujuan untuk membasmi setiap tindakan yang mengarah kepada penyakit masyarakat dan tindak kriminalitas, yang menurutnya dapat merusak moral dan masa depan putra-putri daerah, serta dapat berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan warga setempat serta para turis asing yang akhir-akhir ini semakin banyak mendatangi Ibukota Provinsi Sulut ini.

“Ya, tujuan operasi ini guna menekan angka kriminalitas serta membasmi setiap tindakan yang dapat terindikasi bisa menjadi penyakit masyarakat, serta dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga dan turis asing. Untuk itu hal ini dianggap perlu dilakukan, apalagi  Pemerintah Provinsi Sulut sedang gencar-gencarnya membangun sektor pariwisata, jadi tentu hal-hal yang dapt merugikan tersebut harus segera dihilangkan, jangan sampai ada turis yang merasa tidak nyaman berada dikota kita ini” jelas Maliangkay.

Maliangkay juga mengatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi anggota rutin dari Pol PP Provinsi Sulut bersama jajaran Pol PP, Kepolisian dan TNI, dan akan dilakukan secara berkala disepanjang tahun 2017. Menurut Maliangkay, hal ini sudah sesuai dengan tupoksi Pol PP Sulut sebagai pengaman perda.

Sedangkan untuk para anggota masyarakat yang terjaring dalam operasi gabungan kali ini, Maliangkay kepada awal meria menjelaskan bahwa mereka akan didata sesuai data yang asli untuk selanjutnya dibina dan diberikan efek jera, dan jika dalam operasi selanjutnya nama-nama yang sudah terdata terjaring kembali, tentunakan ditindak sesuai perbuatan masing-masing dengan hukum yang berlaku.

“Saat ini anggota kami akan mendata para masyarakat yang terjaring dalam sidak kali ini, untuk selanjutnya diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian, dan jika ada yang terjerat pidana tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sedangkan jika nanti dalam operasin selanjutnya ada nama-nama yang sidah terdata terjaring kembali, akan diberikan efek jera dan ditindak sesuai hukum dinegara ini” tambah Maliangkay memperingati masyarakat.

Dilokasi yang sama, Kasub Sat Pol PP Provinsi Sulut Valentino Sinaga SH, kepada awak media, menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Utara untuk lebih bijaksana lagi dalam melakukan sesuatu agar tidak berurusan dengan hukum, apalagi sampai merugikan diri sendiri dan lingkungan.

“Mari lebih bijaksana lagi dalam melakukan sesuatu, jangan sampai terjerat hukum yang nantinya akan merugikan diri sendiri dan lingkungan” harap Sinaga.

Sinaga pun dalam kesempatan itu menyayangkan andil orang tua terkait pengawasnnya terhadap putra-putri mereka yang masih dalam kategori remaja.

“Saya sangat menyayangkan peran orangtua yang seharusnya dapat mengawasi putra-putri mereka yang masih remaja, karena yang akan dirugikan nanti selain diri sendiri tentu keluarga” tambah Sinaga.

Hal serupa juga dihimbaukan Sinaga kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara, untuk dapat lebih kooperatif dan bisa bekerjasama dengan pihak Pemerintah dan aparat dalam mengawasi para anak muda demi terjaganya keamanan dan kenyamanan di Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami berharap masyarakat Sulut bisa terus bersinergi dan semakin kooperatif dalam bekerjasama dengan Pemerintah dan aparat demi kenyamanan dan keamanan Provinsi ini”, tutup Sinaga

(Sisca)